Tuban – Sejumlah perawatn Rumah Sakit Umum Dokter Koesma Tuban, membuat inovasi tali pelindung bekas tusukan paska cuci darah. Tali elastis kekinian itu dibuat lebih pendek, dan efektif mengurangi kebocoran darah pada bagian lengan.
“Awal mula pembuatan inovasi ini dilatarbelakangi tingkat kebocoran bekas tusukan itu meningkat,” ujar perawat inovatif RSUD Dokter Koesma Tuban, Danti Dwi Fitriadita, kepada wartawan.
“Kita kepikiran membuat tali pendek dan lebih simple. Pasien cuci darah itukan rata-rata gak pengen dikatakan orang sakit, hanya orang sehat yang butuh terapi,” sambungnya.
Tali elastis kekinian itu diberi nama TAPHE KETAN atau tali Av Shunt Pasien Hemodialisi yang Keren dan Tangguh. Dibanding tali perban konvensional, Taphe Ketan dibuat lebih sederhana, lebih pendek, dan lebih menarik.
“Bedanya ini lebih pendek dari yang konvensional. Kemudian yang abru ini lebih menarik warnanya dan lebih kuat, elastis,” jelas perawat muda yang akrab disapa Danti tersebut.
Selain itu tali elastis kekinian ini dinilai mampu mengurangi kebocoran darah dari lubang bekas tusukan paska cuci darah pada bagian lengan pasien. Kemudian, dari sisi biaya, tali ini juga lebih ekonomis dapat digunakan berulang kali.
Baca Juga:
Taphe Ketan ini dibuat secara gotong royong dan dibiayai para tenaga kesehatan yang bertugas di unit pelayanan kesehatan cuci darah sejak tahun 2022. Terdapat dua tipe, yaitu tipe A dengan panjang 25 centimeter dan tipe B dengan pancang 35 centimeter.
Sudah diterapkan satu tahunan. Ada dua tipe sesuai berat badan pasien. Yang kurus tipe A dengan panjang 25 centimeter, yang gemuk tipe B yang 35 centimeter,” terangnya.
Atas inovasinya perawat bernama danti dwi fitriadita ini mendapat penghargaan tenaga medis dan tenaga kesehatan teladan serta kader berprestasi tingkat nasional tahun 2024. Penganugrahan diberikan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta pada 12-17 agustus 2024.
“dipanggil untuk mendapat penghargaan tingkat nasional. Yaitu karena inovasinya Taphe Ketan,” imbuh Direktur RSUD Dokter Koesma Tuban, Dokter Masyhudi.
Dokter Masyhudi berharap, inovasi ini bisa memberikan kenyamanan bagi pasien cuci darah. Apalagi, jumlah pasien cuci darah di rumah sakit setempat terus mengalami kenaikan tiap tahunnya.
“Pasien yang kita rawat di sini yang reguler 125 orang, yang daftar tunggu sektar 30 penderita. Dengan inovasi ini ahrapannya keluhan pasien hd bisa diminimalisir dan mereka lebih nyaman, dan tingkat kebocoran pada proses HD bisa kita minimalkan,” tandasnya.
Tali elastis kekinian ini diberikan kepada pasiean secara gratis. Rencananya, pihak RSUD Dokter Koesma Tuban, akan memproduksi lebih banyak untuk dijadikan contoh ke rumah sakit lain di Jawa Timur.(dif)

















