Tuban – Panas terik matahari tak menyurutkan semangat warga mengikuti tradisi sedah bumi atau sembahyang rebutan di Klenteng Kwan Sing Bio Jalan RE Martadhinata, Kabupaten Tuban, Minggu (25/8/2024).
Tak hanya orang dewasa, sejumlah wanita dan anak-anak juga turut mendominasi antrian. Seakan takut tidak kebagian, mereka terus merangsek berusaha mendekati tumpukan buceng atau sesaji makatlnan yang ditata rapi di altar.
Kondisi ini cukup membuat pihak keamanan yang dibantu aparta kepolisian kuwalahan menertibkan suasana. Pada waktu bersamaan, pengurus bersama jamaah klenteng sedang sembahyang penghormatan di dalam ruang peribadatan.
“Saya minta tertib. Sesuai koordinasi dengan aparat kepolisian nanti yang kiri untuk laki-laki, sedang kanan untuk wanita. Tapi tunggu aba-aba saya bunyikan,” kata Pemuka Agama sekaligus Pemimpin Ritual, Gunawan Putra Wirawan, kepada warga.
Namun, begitu aba-aba dibunyikan, warga yang telah menunggu langsung berlarian menuju altar sesaji. Deaak-desakan dan slaing dorong pun tak terhindarkan, warga slaing berebut buceng sesaji. Dalam hitungan menit, sebnayak 800 buceng ludes.
“Ini pertama kali saya ikut tradisi ini, dan sangat seru,” ujar Susi (27), warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, saat ditemui wartawan usia ikut rebutan.
Baca Juga:
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Sarimah (69), warga Kelurahan Baturertno, Kabupaten Tuban. Meski hanya mendapatkan 2 buceng, Sarimah merasa puas dan berencana untuk menikmati makanan tersebut di rumah bersama keluarganya.
“Meskipun hanya mendapatkan beberapa buceng, saya merasa sangat bersyukur. Ini adalah pengalaman yang sangat berarti,” tandasnya.
Menurut pemuka agama segaligus pemimpin ritual, Gunawan Putra Wirawan, tujuan utama dari ritual ini adalah sebagai penghormatan terhadpa arwah-arwah leluhur.
“Rebutan buceng ini rutin kita gelar setiap bulan ketujuh Imlek. Ritual ini ditujukan untuk arwah yang tidak terurus,” jelasnya.
Tahun ini, sebanyak 950 buceng disiapkan, terdiri dari 800 buceng yang diperebutkan oleh warga dan sisanya dibagikan kepada umat klenteng. Buceng berisi makanan yang terdiri dari nasi kerucut, tahu, tempe, beras, serta aneka jajanan lainnya seperti biskuit dan camilan. Setiap buceng diberi bendera warna warni bertuliskan nama pemiliknya.(dif)

















