Tuban – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD) Tuban, terus dilanjutkan. Namun untuk meredam polemik di masyarakat, tulisan “Mbangun Deso Noto Kutho” telah dihapus dari kemasan.
Berdasarkan pantauan Redaksi7, Bantuan Sosial (Bansos) berupa beras itu masih menggunakan kemasan. Hanya saja visi misi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban 2024, yang sempat tercantum pada bagian bawah kemasan telah dihapus.
“Ya kita hapus semua nanti. Kita hapus semua biar tidak berpengaruh. Kita inginnya kan pemilu aman dan damai,” kata Kepala Dinsos P3A PMD Tuban, Sugeng Purnomo, kepada wartawan di kantornya, Kamis (17/10/2024) siang.
Sugeng mengaku tidak bermaksud menggunakan Bansos untuk menguntungkan salah satu Paslon Pilkada. Kemasan BPNTD dengan desain seperti itu sudah digunakan sejak tahun 2021. Jadi penyaluran kali ini hanya meneruskan dan menggunakan kemasan yang sudah tersedia.
“Kalau kemasan itu ada mulai tahun 2021, atau kalau gak 2022. itu sebelum pencalonan sudah ada. Memang sudah kemasannya seperti itu, bukan bermaksud waktu kampanye mengedarkan bantuan dengan tagline itu,” jelasnya.
Sementara itu Sugeng membenarkan adanya seorang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang berpose 2 jari dengan tumpukan BPNTD. Pihaknya akan memberikan teguran dan pembinaan agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatan serupa.
Baca Juga:
“Cuman kalau TKSK itu kan dari provinsi. Ya mungkin kalau dari kita ada semacam teguran,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinsos P3A PMD Tuban telah menyalurkan BPNTD. Namun, kemasan Bansos dalam bentuk beras itu tercantum tulisan “Mbangun Deso Noto Kutho” yang notabene merupakan visi misi Paslon nomor urut 2, Lindra-Joko.
Lebih dari itu sempat juga beredar foto seorang TKSK di salah satu desa berpose 2 jari dengan latar belakang BPNTD. Banyak spekulasi TKSK itu tidak netral karena mengindikasikan dukungan terhadap Paslon tertentu.(dif)

















