Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban merespon cepat terjadinya bencana alam puting beliung yang menerjang 3 desa di Kecamatan Singgahan, Senin (4/11/2024) siang kemarin.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah hadir. Berbagai bantuan disalurkan untuk meringankan beban warga terdampak bencana. Antara lain, bantuan berupa bahan bangunan, makanan siap saji, terpal, serta sembako.
Peninjauan dilakukan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tuban, Agung Subagyo didampingi Kalaksa BPBD Tuban, Sudarmaji, Selasa (05/11/2024) siang. Rombongan mendatangi rumah-rumah warga yang rusak akibat terjangan puting beliung di Desa Laju Lor dan Laju Kidul.
Pada kesempatan itu, Pjs Bupati Tuban juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut berasal dari BPBD Tuban dan Pemprov Jatim melalui Bakorwil Bojonegoro.
Hal tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian Pemkab Tuban terhadap warga terdampak bencana alam. Respon cepat yang dilakukan BPBD Tuban bersama relawan diharapkan memberi rasa aman pasca kejadian bencana.
“Pemkab Tuban akan selalu hadir untuk memberikan bantuan kepada warga yang memerlukan,” kata Pjs Bupati Tuann, Agung Subagyo.
Baca Juga:
Berdasarkan data BPBD Tuban, sebanyak 3 desa di Kecamatan Singgahan, telah diterjang puting beliung. Diantaranya Desa Laju Kidul, Desa Laju Lor, dan Desa Tanggir.
Akibat bencana angin itu sedikitnya 99 bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat. Kerusakan terparah terjadi di Desa Laju Kidul mencapai sebanyak 63 bangunan, Desa Laju Lor sebanyak 30 bangunan, sedang Desa Tanggir hanya 6 bangunan rumah.
BPBD Tuban telah melakukan pendataan dan pembersihan puing-puing bangunan rusak bersama relawan. Selanjutnya petugas akan segera melakukan tindakan penanganan pasca bencana.
“Akan ada perbaikan rumah warga yang terdampak. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga,” tutur Agung Subagyo.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Tuban, Sudarmaji menerangkan personil dan alat pendukung lainnya selalu disiagakan 24 jam. Upaya tersebut dijalankan mengantisipasi jika terjadi bencana alam sewaktu-waktu.
“Sebagaimana informasi dari BMKG bahwa Kabupaten Tuban akan masuk musim penghujan awal November karena itu kami sudah bersiap diri,” ungkapnya.
Sudarmaji menyatakan pihaknya rutin berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan mitigasi bencana. Tiap kecamatan telah dilakukan pemetaan wilayah yang beresiko bencana.
Tidak hanya itu, sebagian besar desa/kelurahan di Kabupaten Tuban telah mendapat predikat Desa Tanggap Bencana. Dengan demikian semakin mempercepat mitigasi dan penanganan bencana.(dif)

















