TUBAN – Mendekati hari pemungutan suara Pemilihan Serentak 2024, Pemkab Tuban mencairkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dan Insentif Guru Madrasah Diniyah (Madin).
Anggaran Bosda dan intensif guru tahun 2024 ini mencapai Rp10 milyar lebih. Dengan total penerima sebanyak 583 Madin dan kurang lebih 2.000 guru. Penyerahan Bosda dan insentif dilakukan di Pendopo Kridha Manunggal Kabupaten Tuban, Kamis (21/11/2024).
Penjabat Bupati Sementara (Pjs) Tuban Agung Subagyo menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis. Hadir mendampingi adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Budi Wiyana dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Abdul Rakhmat.
Penyerahan Bosda dan insentif guru ini sebagai bentuk apresiasi dan perhatian Pemkab Tuban terhadap lembaga serta para guru Madin. Mereka telah berjuang keras untuk mendidik anak-anak, tidak hanya mengajarkan soal keilmuan tetapi juga bekal agama.
“Tentu kita berharap generasi kita semakin berkah, suatu saat akan berprestasi dan membawa nama Tuban jauh lebih baik,” kata Agung Subagyo.
Dikonfirmasi kenapa baru dicairkan, Sekda Tuban Budi Wiyana tidak mengelak adanya keterlambatan realisasi Bosda dan insentif guru Madin. Hal tersebut disebabkan adanya kendala berkas serta membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait.
Baca Juga:
“Dengan jumlah 500 lebih lembaga Madin tentunya memerlukan koordinasi dan lain sebagainya,” tutur Budi Wiyana.
“Alhamdulillah hari ini bisa dicairkan, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan prestasi anak-anak didik,” sambungnya.
Budi Wiyana menegaskan, bahwa realisasi Bosda dan Insentif yang dilakukan menjelang pemungutan suara ini tidak ada tendensi lain, apalagi menyangkut pemilihan kepala daerah.
“Jadi tidak ada kaitannya dengan Pilkada, memang hampir semua kegiatan rata-rata baru terealisasi, apalagi kegiatan yang memerlukan sinergi dengan seluruh lembaga,” tegasnya.
“Intinya tidak ada niat lain, ini murni program dari pemerintah daerah untuk meningkatkan penyelenggaraan kegiatan keagamaan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Abdul Rakhmat memaparkan, total anggaran Bosda dan Insentif tahun 2024 ini mencapai Rp10 miliar lebih. Jumlah penerima sebanyak 583 Madin dan kurang lebih 2.000 guru.
“Total anggarannya Rp10 miliar lebih, dari APBD Tuban sekitar Rp3,6 miliar, selebihnya dari Provinsi,” ungkapnya.(dif)

















