Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) konsisten menjaga kualitas dan mutu produk untuk mencapai kinerja unggul berkelanjutan. Komitmen tersebut membuat SIG meraih peringkat Emas dalam penghargaan SNI Award 2024 pada ajang 19th National Quality Award of Indonesia.
Acara yang diselenggarakan Badan Standardisasi Nasional (BSN) itu berlangsung di Jakarta Convention Center, Kamis (21/11/2024). Pada ajang yang sama, anak usaha SIG PT Semen Baturaja meraih peringkat Perak penghargaan SNI Award 2024.
SNI Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas konsistensi penerapan SNI oleh pelaku usaha dan organisasi, yang mampu mencapai kinerja unggul dan berkelanjutan. SNI Award 2024 diikuti oleh 251 organisasi dari berbagai sektor.
Penilaian didasarkan pada kontribusi organisasi dalam standardisasi dan penilaian kesesuaian, serta aspek keberlanjutan (sustainability), digitalisasi, ekonomi sirkular, serta ESG (Environmental, Social, and Governance).
Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengatakan, SIG bangga dapat kembali meraih peringkat Emas pada ajang SNI Award 2024. Penghargaan ini membuktikan bahwa produk bahan bangunan yang diproduksi oleh SIG telah mendapatkan jaminan kualitas dan mutu, serta keamanan produk berupa sertifikat SNI.
“SNI Award 2024 menjadi ajang apresiasi atas komitmen dan konsistensi SIG dalam menerapkan SNI untuk mewujudkan sistem operasi yang efektif dan efisien, serta menjunjung aspek keberlanjutan,” kata Reni.
Baca Juga:
“Karena itu, kami melakukan pola operasi berkelanjutan ini, sebagai bagian dari upaya untuk menghasilkan produk-produk bahan bangunan yang inovatif berkualitas, bermutu, aman bagi pelanggan dan lebih ramah lingkungan,” sambungnya.
SIG mengintegrasikan aspek keberlanjutan pada keseluruhan kegiatan operasional Perusahaan. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan produksi yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui penggunaan bahan bakar alternatif. Antara lain, limbah pertanian dan industri, sampah perkotaan (municipal solid waste) yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF), biomassa, serta sumber lainnya.
SIG juga mengimplementasikan teknologi berbasis Industry 4.0 dalam kegiatan produksi untuk peningkatan produktivitas, penggunaan energi yang efektif dan efisien, serta mendukung upaya Perusahaan mereduksi emisi. Lebih dari itu, digitalisasi juga membantu SIG memastikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) hingga manajemen mutu selalu terjaga.
“Produk-produk SIG tidak hanya telah tersertifikasi SNI tetapi juga mengandung komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi lebih dari 90%, atau lebih tinggi dari yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021 minimal 40%,” tutur Reni.
“Bahkan, produk semen ramah lingkungan SIG lebih rendah emisi karbon hingga 38% dari semen konvensional. Dengan semua keunggulan yang dimiliki, produk SIG memiliki daya saing di level nasional bahkan global,” lanjutnya.(dif)

















