TUBAN – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban, kebut rekapitulasi suara hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Meski sempat terkendala maintenance Sirekap, rapat pleno terbuka itu berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sehari.
Berdasarkan pantauan, acara yang berlangsung di Kantor KPUK Jalan Pramuka, Tuban, itu dimulai Senin (2/12/2024) pukul 10.00 WIB. Rekapitulasi perolehan suara Bupati dan Wakil Bupati Tuban serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, berjalan cukup lancar dan berakhir Selasa dini hari (3/12/2024).
Rekapitulasi tingkat kabupaten ini dihadiri Komisioner KPUK Tuban, Komisioner Bawaslu Tuban, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Tuban. Selain itu juga hadir perwakilan dari Liaison Officer (LO) dari Paslon, dan sejumlah stakeholder terkait.
Berdasarkan hasil rekapitulasi Pilgub Jatim, Paslon nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim memperoleh 35.439 suara. Lalu Paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak meraup 386.812 suara. Sedangkan Paslon nomor urut 3, Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta mendapatkan sebanyak 163.905 suara.
Sementara perolehan suara untuk Pilbup Tuban 2024, Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono unggul jauh dari pesaingnya. Paslon dengan nomor urut 2 itu memperoleh 528.942 suara. Sedangkan Paslon nomor urut 1, Riyadi-Wafi Abdul Rosyid hanya 101.562 suara.
“Rapat pleno sempat berhenti sekitar satu jam, karena Sirekap dalam perbaikan. Alhamdulillah mulai dari tahapan awal Pilkada hingga sekarang ini semua berjalan lancar dan kondusif,” ujar Ketua KPUK Tuban Zakiyatul Munawaroh usai acara.
Baca Juga:
Menurut Zakiyah, penetapan Bupati-Wakil Bupati Tuban terpilih akan dilaksanakan menunggu petunjuk dari KPU RI. Jika nanti dipastikan sudah tidak ada gugatan perselisihan hasil Pilkada, maka akan segera ditetapkan.
“Sesuai PKPU 18 tahun 2024 untuk waktu pelaksanaan penetapan Paslon terpilih ditetapkan lebih lanjut oleh KPU RI. Jadi kita masih menunggu,” pungkasnya.
Diketahui, angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2024 ini hanya berkisar 69,4 persen. Angka tersebut jauh di bawah harapan KPUK Tuban yang menargetkan partisipasi mencapai 81 persen.(dif)

















