TUBAN – Sebuah jembatan bambu di Desa Plumpang, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, hanyut diterjang rumpun bambu yang terseret banjir. Hilangnya akses penghubung antar kampung itu menyebabkan warga harus memutar jalan.
Detik-detik ambrolnya akses jalan penghubung antar kampung itu sempat terekam kamera handphone warga. Beberapa video pendek berdurasi satu menitan itupun seketika viral di media sosial.
“Ini menghubungkan dari RW 7 ke RW 11 dan sebaliknya,” kata seorang warga yang menyaksikan langsung detik-detik hanyutnya jembatan Rukin (30) kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa pagi (24/12/24).
Menurut Rukin saat kejadian daerah sekitar tidak hujan. Namun, berdasarkan informasi hujan deras mengguyur kawasan perbukitan kapur, tepatnya wilayah Kecamatan Grabagan. Air bercampur lumpur kemudian mengalir deras melewati sungai.
“Kemudian sini dapat kiriman air besar. Sungai meluap sampai masuk pemukiman, setinggi ban truk,” ungkapnya sambil menunjuk ban truk yang sedang terparkir di halaman rumahnya.
Derasnya arus air menyeret segala benda yang dilewati. Bahkan rumpun bambu yang banyak tumbuh sepanjang aliran sungai juga turut hanyut terseret. Selanjutnya, rumpun bambu menabrak badan jembatan hingga ambrol dan turut terbawa hanyut.
Baca Juga:
“Kalau orang sini istilahnya barongan (rumpun bambu) ikut terseret banjir, kemudian menabrak jembatan,” jelas Rukin.
Diungkapkan Rukin bahwa hilangnya jembatan cukup mengganggu aktifitas warga. Mereka harus mengambil jalan memutar lebih jauh sekitar 1 kilometer.
Lebih lanjut, dibeberkan Rukin, daerah tempatnya tinggal menjadi langganan banjir kiriman. Hampir setiap tahun air kiriman tak mampu ditampung sungai, sehingga meluap ke pemukiman.
“Kini akses memutar. Jembatan dibangun dari iuran warga,” pungkasnya.(dif)

















