TUBAN – Sebuah perahu nelayan tradisional tenggelam dan terbalik di bibir Pantai Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Selasa dini hari (28/1/2025).
Perahu merupakan milik Sumadi (65) nelayan Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Akibatnya, perahu kayu sepanjang 7 meter itu mengalami kerusakan cukup parah.
“Tadi pagi hari sekitar jam 1 malam perahunya Pak Sumadi tenggelam dan terbalik,” kata Ketua Rukun Nelayan Desa Glondonggede Ali Hasan yang ditemui di lokasi kejadian.
Hasan menjelaskan bahwa perahu sengaja pindah sandar di bibir Pantai setempat untuk menghindari cuaca buruk. Gelombang laut besar membuat perahu tidak bisa sandar, sehingga harus diungsikan di daerah lebih aman.
“Dipindah dari Glondonggede karena kalau cuaca barat gak bisa bersandar, gelombangnya sangat besar,” tuturnya kepada wartawan.
Menurut Hasan, arus air dan hujan deras sepanjang malam menjadi penyebab utama perahu terbalik. Namun, saat kejadian pemilik perahu sedang tidak berada di lokasi. Seperti biasa para nelayan pulang ke rumah masing-masing setelah menyandarkan perahu di bibir Pantai.
Baca Juga:
“Kronologisnya karen arus dan hujan tidak reda-reda. Air hujan masuk perahu tadi berjam-jam, kemudian ada arus dari kali (sungai) itu kemudian menyebabkan terbalik,” jelasnya.
Hingga kini sejumlah nelayan gotong royong berusaha mengevakuasi perahu. Namun, keterbatasan alat dan tenaga membuat mereka kesulitan mengangkat perahu kembali ke posisi semula.
“Sekarang proses evakuasi nunggu BPBD katanya mau ke sini membawa mesin penyedot air. Ada sebagian melaut karena kebutuhan, tapi ada yang membantu,” tuturnya.
Selain kerusakan badan perahu, mesin dan jaring juga terendam air laut. Akibatnya, kerugian ditaksir mencapai 50 juta. “Selain perahu ya mesin dan pukat. Kalau ini kerugiannya mesin 3 kalau gak bisa (rusak) mencapai 50 juta,” pungkasnya.(dif)

















