TUBAN – Hujan deras selama 3 jam yang mengguyur wilayah Kabupaten Tuban menyebabkan Hutan Kota Abhipraya terendam banjir. Air setinggi mata kaki orang dewasa menggenangi area paving sisi barat, Sabtu pagi (26/4/2025).
Berdasarkan pantauan, taman yang menjadi ikon ruang terbuka hijau Bumi Wali itu berubah menjadi kubangan besar. Akibatnya, area yang biasanya digunakan senam pengunjung tersebut sepi.
“Saya kaget waktu datang. Ini taman kota, bukan kolam renang. Tapi lihat saja, airnya menggenang cukup luas,” ujar seorang warga yang sedang berolahraga Ulum.
Bagi Ulum, keberadaan taman modern seperti Abhipraya adalah kemajuan. Namun, ia menyoroti satu hal yang sangat mendasar tapi terlupakan, yaitu sistem drainase.
“Boleh saja bangun taman dengan konsep kekinian, kursi-kursi estetik, lampu taman, dan sebagainya. Tapi kalau air hujan nggak bisa mengalir dengan baik, apa gunanya,” tuturnya.
Sementara itu, sebanyak 3 unit truk tangki diterjunkan untuk menguras banjir Abhipraya. Nampak pula beberapa petugas sibuk membawa selang besar dan mengarahkan aliran air keluar taman.
Baca Juga:
Warga berharap nantinya ada evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan Hutan Kota Abhipraya. Diantaranya terkait peran taman sebagai bagian dari sistem penyerapan air hujan.
“Dulu sebelum direnovasi, area ini masih banyak pohonnya, air hujan langsung meresap ke tanah. Sekarang, banyak bagian yang dipaving, akhirnya air numpuk di permukaan,” imbuh Ulum.
Tak hanya mengganggu aktivitas warga yang ingin berolahraga di akhir pekan, banjir juga dinilai bisa merusak citra taman sebagai ruang publik unggulan milik Kabupaten Tuban.
“Kalau setiap hujan deras langsung tergenang, lama-lama orang malas ke sini. Sayang banget, padahal tempatnya bagus,” tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari instansi teknis terkait penyebab pasti dan penanganan jangka panjang atas peristiwa tersebut.(dif)

















