Seorang Warga Tuban Terluka Parah Digigit Ular Piton Besar Sampai Operasi

Redaksi7

Korban Joko sedang menarik ular yang berusaha kabur masuk saluran air.

TUBAN – Seorang warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, mengalami luka parah setelah digigit ular piton berukuran besar, Rabu petang (30/4/2025).

Tragedi berdarah itu terjadi saat korban bersama sejumlah warga berusaha menangkap ular yang memasuki permukiman. Akibatnya, korban harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani rawat inap.

“Korban bernama Joko, usia sekitar 58 tahunan,” kata warga Kelurahan Kebonsari Junaedi (61) kepada wartawan, Kamis (1/5/2025).

Junaedi menjelaskan, ular piton sepanjang hampir 5 meter itu berada dalam saluran air di depan rumah warga. Keberadaan hewan liar berkulit batik itu diketahui warga yang sedang melintas.

“Kelihatan perutnya, kebetulan ada orang lewat teriak-teriak ada ular,” ceritanya.

Sejumlah warga termasuk Junaedi segera berlarian mendatangi lokasi. Mereka berusaha menangkap ular yang mencoba kabur masuk lebih dalam ke dalam saluran air.

“Kemudian diburu warga sampai harus jebol gorong-gorong empat,” paparnya.

Namun, begitu seluruh tubuh ular berhasil ditarik keluar, warga gagal melumpuhkan bagian kepalanya. Ular menggigit tangan Joko. Akibatnya, korban mengalami luka parah pada bagian lengan kiri.

“Kegigit itu pas mau pegang kepala pakai glangsing (karung berbahan plastik), mungkin licin, jadi lepas gigit tangan. Urat nadi putus tiga. Sekarang kondisinya di rumah sakit menunggu operasi,” jelas Junaedi.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan warga ke Damkar Pemkab Tuban. Ular yang berhasil ditangkap diserahkan untuk dievakuasi agar tidak meresahkan warga.

“Kami datang ternyata ular sudah dievakuasi warga. Ada satu warga yang digigit kemudian langsung dibawa ke rumah sakit,” terang Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban Gunadi.

Gunadi menghimbau agar masyarakat segera melapor kepada Damkar jika menemukan keberadaan ular. Jangan memaksakan diri menangkap ular jika tidak terbiasa dan menguasai tekniknya. Terlebih ular berukuran besar serta ular berbisa jenis kobra.

“Ini terlalu nekat. Kami menghimbau warga yang tidak terbiasa menangkap ular mending dilaporkan kepada kami. Kami pasti datang dan akan mengevakuasi,” tuturnya saat ditemui wartawan di Jalan Sunan Kalijaga, Tuban.(dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment