TUBAN – Seekor sapi milik peternak tradisional Pancasaka Farm di Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban.
Sapi jantan dengan berat 900 kilogram itu sangat manja dan suka dibelai manusia. Bahkan untuk menjaga kesehatan, hewan mamalia tersebut rutin diberi racikan Susu Telur Madu Jahe (STMJ) layaknya manusia.
Diketahui, sapi kurban jenis Simental itu berusia kurang lebih 4 tahun. Pemilik sapi adalah Anis Airgiri (47) warga Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
“Asli rumah Desa Temandang, disini hanya kandang saja ikut Desa Pongpongan,” kata Anis Airgiri kepada wartawan yang mengunjungi peternakan miliknya.
Diungkapkan Anis, sapi miliknya telah diperiksa dinas peternakan setempat. Hasilnya, sapi bertubuh jumbo itu di hatakan sehat dan layak untuk dikurbankan. Harga sapi disepakati Rp100.000.per kilogram.
“Sempat dilakukan pengecekan kesehatan, ditimbang oleh dokter hewan wilayah. Ketemu harganya kisaran RP90 jutaan,” terangnya.
Baca Juga:
Anis menerangkan, Ia memiliki 3 ekor sapi berukuran jumbo dengan berat hampir sama antara 900 kilogram sampai satu ton. Ketiga sapi sempat ditawarkan kepada petugas dinas peternakan yang datang, namun sapi jumbo jenis simental tersebut yang akhirnya dipilih.
“Saya tawarkan tiga ekor sapi yang beratnya diatas 900. Cuma yang dipilih satu ekor ini,” imbuhnya sambil menunjuk sapi kurban berukuran jumbo yang berada di bagian tengah.
Menurut Anis, calon sapi kurban Presiden Prabowo itu sangat manja. Hewan mamalia itu sangat suka dibelai manusia, terutama bagian kepala dan badannya. Bahkan untuk menjaga kesehatan, sapi rutin diberi minum STMJ layaknya manusia.
“Ada perlakuan khusus, kita mandikan pagi dan sore, terus kita kasih asupan makanan bergizi, dan juga jamu kayak manusia, STMJ itu setiap bulan sekali, telurnya minimal lima,” jelasnya.
Sapi kurban Presiden Prabowo rencananya akan dikirim ke Pondok Pesantren Langitan di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
“Info dari dinas itu mau dikorbankan di Ponpes Langitan,” pungkasnya.(sav/dif)

















