TUBAN – Sunrise Run 2025 sukses digelar di Kabupaten Tuban, Minggu pagi (1/6/2025). Sebanyak 1.500 peserta ikut meramaikan event lari untuk memeriahkan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-117.
Mengambil start dan finish di kawasan Rest Area Tuban Abirama, para peserta berlari sepanjang 5 kilometer. Sejuk udara pagi dan keindahan sunrise di pesisir pantai menambah semangat berlari para peserta.
Adapun rute dimulai start dari pintu Utara Abirama di Jalan RE Martadinata, lalu peserta belok kiri ke Jalan Teuku Umar, terus hingga Dokter Wahidin Sudiro Husodo. Sesampainya di traficlight polres rute belok kiri ke Jalan Pramuka, terus Jalan Dokter Soetomo, lalu belok kiri ke jalan RE Marthadinata dan finish kembali di Abirama.
“Seru banget. Mungkin ini event runing yang paling banyak pesertanya, mencapai ribuan,” kata salah seorang peserta Syaiful yang ditemui wartawan di lokasi.
Sunrise Run 2025 ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur yang diselenggarakan selama beberapa hari di Kabupaten Tuban. Kegiatan tak hanya berfokus pada olahraga, tapi juga pengabdian masyarakat dan edukasi.
“Lewat keilmuan para dokter, kami juga telah menggelar seminar di sekolah-sekolah serta riset kecil di masyarakat. Sunriserun hari ini menjadi bagian dari itu,” kata Ketua IDI Jatim Dokter Sutrisno.
Baca Juga:
Kabupaten Tuban dipilih sebagai tempat karena memiliki potensi yang terus berkembang, khusus budal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu sebanyak 34 cabang IDI dan perhimpunan se-Jatim dilibatkan dalam gelaran tersebut.
“Sambutan dari masyarakat sangat luar biasa. Terima kasih untuk Bupati, Pemkab Tuban, dan seluruh dokter. Ini bukti kita bisa bersinergi membangun ketahanan kesehatan bersama,” ucapnya.
Melihat antusiasme masyarakat, Sutrisno akan memproyeksikan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan. IDI Jatim juga berkomitmen untuk meningkatkan peran strategis dalam pembangunan kesehatan di masa depan.
“IDI siap menyambut tantangan masa depan kesehatan, baik di dalam negeri maupun global. Ketahanan kesehatan punya peran sentral di masa depan Indonesia,” paparnya.
Sementara itu, Sekda Tuban Budi Wiyana mengapresiasi dipilihnya Tuban sebagai tuan rumah. Event skala regional membawa manfaat besar bagi promosi daerah, mulai dari destinasi wisata hingga produk lokal.
“Lewat malam gala dinner, kami menampilkan produk unggulan daerah. Harapannya para dokter bisa membawa cerita dan mengenalkan potensi Tuban di daerah asal masing-masing,” ujarnya.
Budi mengatakan, Pemkab Tuban akan mendorong lebih banyak event skala regional hingga nasional ke depan, dengan melibatkan OPD dan berbagai stakeholder.(sav/dif)

















