Dua Hari Ditutup Akibat Konflik Internal, Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Dibuka Kembali

Redaksi7

Pepeng bersama dua orang pekerjanya membuka pintu gerbang Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.

TUBAN – Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio Tuban akhirnya dibuka kembali setelah sempat ditutup selama dua hari akibat konflik internal kepengurusan.

Akibat penutupan itu aktivitas keagamaan di sempat terhenti. Untuk menyelesaikan masalah itu Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Timur periode 2025-2029 Pepeng Putra Wirawan turun tangan.

Berdasarkan pantuan, Rabu (11/5/2025) sekitar pukul 09.30 WIB, Pepeng meminta dua orang pekerjanya untuk membuka rantai yang mengikat gerbang sebelah barat dengan cara dipotong menggunakan gunting baja. Dilanjutkan dengan melepas gembok yang terpasang di gerbang utama klenteng.

Didampingi dua orang security klenteng, Pepeng kemudian menuju ke altar untuk menyalakan lilin-lilin yang telah dipadamkan.

Pepeng menerangkan gembok rantai sengaja dibuka lantaran pihak yang membawa kunci sedang berada di semarang, Dengan dibukanya klenteng ini diharapkan kegiatan keagamaan kembali normal dan para umat dapat kembali menjalankan ibadah.

“Saya berusaha membuka klenteng dan menyalakan lilin karena ini sumbangan dari beberapa umat dan sesuatu yang sakral, sehingga harus kita hargai,” jelasnya.

Diungkap Pepeng, pintu gerbang klenteng ini memang ditutup rapat oleh pihak pengelola asal Surabaya. Sebab sebelumnya sempat terjadi keributan antara pegawai kelenteng dan kubu Go Tjong Ping yang hendak melaksanakan prosesi pengukuhan kepengurusan.

“Dikuatirkan pihak Pak Tjong Ping masuk lagi ke klenteng, makanya digembok,” ujarnya.

Pepeng berharap kepada Go Tjong Ping yang sempat mendeklarasikan diri sebagai ketua terpilih supaya tidak memasuki kawasan klenteng sebelum ada kesepakatan bersama dengan pihak pengelola.

“Dalam satu bulan ini semoga ada solusi terbaik supaya damai dan kembali kondusif, dan para umat juga bisa beribadah dengan nyaman,” ucapnya.

Dimintai tanggapan soal dirinya yang belum diperbolehkan masuk ke kawasan klenteng selama satu bulan, Go Tjong Ping alias Teguh Prabowo Gunawan mengaku hal itu merupakan keputusannya agar suasana bisa kembali kondusif, dan umat bisa beribadah seperti sedia kala.

“Aku yang buat perjanjian atau pernyataan,” jawab singkat mantan Anggota DPRD Jatim itu melalui pesan singkat whatsapp.(sav/dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment