TUBAN – Sebuah granat nanas ditemukan di dasar sungai kawasan Wisata Pelang di Desa Tahulu, Kecamatan merakurak, Kabupaten Tuban, Jumat pagi (11/7/2025).
Granat ditemukan pengurus wisata saat sedang melakukan kerja bakti pembersihan area sungai yang dihuni ikan warna warni. Keberadaan alat peledak itu sempat membuat panik, sehingga tempat wisata ditutup sementara.
“Setiap Jumat kita memang ada program bersih-bersih yang sudah berjalan bertahun-tahun,” ungkap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pelang, Agus Susanto.
Dijelaskan Agus, posisi granat berada di dasar sungai sedalam kurang lebih 1,5 meter. Para pengurus wisata awalnya mengira benda tersebut hanya mainan. Namun, setelah diangkat dan diamati lebih dekat, benda itu ternyata mirip granat.
“Kami langsung evakuasi ke tempat yang aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Menurut Agus, penemuan granat ini merupakan kali pertama sejak Wisata Pelang beroperasi 8 tahun silam. Ia menduga granat yang sudah berkarat itu terbawa arus sungai yang beberapa hari belakangan cukup deras akibat banjir.
Baca Juga:
“Selama kami kelola, tidak pernah ada temuan seperti ini. Mungkin terbawa air saat banjir,” jelasnya.
Penemuan granat tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Beberapa saat kemudian, petugas gabungan TNI-Polri tiba dan langsung melakukan pengamanan lokasi.
“Aktif tidaknya kami belum bisa menentukan karena untuk granat tersebut sudah terlalu lama dan berkarat,” kata Kapolsek Merakurak, AKP Hartono kepada wartawan di lokasi penemuan granat.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jatim diterjunkan ke lokasi penemuan granat. Setelah dilakukan identifikasi dan olah TKP, petugas langsung mengevakuasi granat menjauh.
Polisi masih menyelidiki asal-usul granat tersebut serta memeriksa apakah granat itu masih aktif. Petugas juga melakukan penyisiran sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan lainnya
“Saat ini bom masih diamankan daripada Tim Jibom Gegana, kemudian akan diledakkan di UTSG atau tempat lapangan tembak UTSG,” ungkap Hartono.(sav/dif)

















