TUBAN – Viral sebuah video sejumlah siswa mengeluhkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) berbelatung. Mereka merasa jijik dan enggan mengkonsumsi menu makanan yang diterima.
MBG tak layak makan tersebut diduga terjadi di salah satu sekolah wilayah Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Keberadaan belatung itu direkam para siswa kemudian tersebar ke media sosial.
Dalam video, tampak jelas beberapa belatung di dalam wadah makanan yang masih berisi nasi dan lauk. Belatung itu pun terlihat masih hidup dan bergerak-gerak. Sempat terekam pula beberapa siswa berseragam Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN).
“Ora usah mangan kabeh iki (tidak usah makan ini, Red),” ujar siswa dalam rekaman video pertama.
Tak hanya satu, terdapat dua video berdurasi belasan detik yang beredar. Dalam video lainnya, terdengar suara seorang siswa menyindir nama makanan yang diberikan adalah bergizi, namun justru ada belatungnya.
“Hahaha, iki loh makanan bergizi, makanan bergizi guys, mbok gedene ngene (hahaha, ini loh makanan bergizi, makanan bergizi guys, lihat besarnya begini,Re),” kata siswa dalam rekaman video kedua.
Baca Juga:
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak SMKN Tambakboyo yang diduga menjadi tempat terjadinya menu MBG berbelatung. Sejumlah wartawan sempat mendatang ke sekolah, namun tidak ada satupun yang bersedia memberikan komentar.
Sementara itu, Camat Tambakboyo, Ari Wibowo Waspodo dikonfirmasi terpisah membenarkan orang yang ada dalam dua video tersebut merupakan merupakan siswa SMAN 1 Tambakboyo dan SMKN Tambakboyo. Temuan belatung dalam paket MBG itu terjadi pada Senin 14 Juli 2025.
“Kemarin saya tahu malah dari teman-teman media bahwa ditemukan ulat di dalam ompreng makanan bergizi gratis. Informasinya itu di SMA dan SMK Tambakboyo. Sementara itu laporan yang kami terima,” kata Ari, Selasa (15/7/2025).
Berdasarkan laporan yang diterima, Ari menyebut larva tersebut bukanlah belatung, melainkan ulat buah atau sayuran.
“Informasinya itu ulat dari sayuran. Kemarin memang empat ompreng, di titik pertama dua ompreng dan di titik kedua ompreng,” ungkapnya.
Ari menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung program yang digagas Presiden Prabowo tersebut. Namun, ia berharap kepada penyedia agar mengecek kembali kehigienisan makanan.
“Kami berharap penyedia mengecek kembali, agar tidak ada keluhan lagi,” pungkasnya.(sav/dif)

















