TUBAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) kembali menggelar Kampung Idaman Berseri (KIB). Untuk kedua kalinya, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, ikut berpartisipasi.
Berbeda dengan sebelumnya, pada tahun 2025 ini Kelurahan Karang diwakili lingkungan RT 04 RW 05 Perumahan Karang Indah. Pembinaan KIB berlangsung, Kamis siang (24/7/2025).
Acara tersebut dihadiri Tim DLHP Kabupaten Tuban, Camat Semanding, Lurah Karang, TP PKK kecamatan dan kelurahan, pengurus RT 04 RW 05, Ketua RW 05, kader lingkungan dan masyarakat sekitar.
Diawali, Tim DLHP mendatangi dan melakukan pembinaan di tiga kelurahan yakni Kelurahan Karangsari, Kelurahan Gedongombo dan Kelurahan Karang. KIB bertujuan untuk pembinaan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa dan kelurahan.
Penyambutan dilakukan sederhana tanpa tarian sesuai arahan Sekretaris Kelurahan Karang. Hal itupun mendapat apresiasi dari Tim DLHP.
“Sesuai harapan kami dan juga Juknis yang ada, bahwa tim penilai tidak perlu disambut dengan tarian dan gebyar yang tidak perlu,” tutur Tim DLHP, Edo, dalam sambutan di awal acara.
Baca Juga:
Pembinaan KIB berlangsung selama 4 bulan, mulai Juli sampai November 2025. Selanjutnya, pemenang KIB akan diumumkan pada bulan November 2025.
“Banyak yang mengira bahwa penyelenggaraan KIB ini merupakan sebuah lomba, namun ternyata bukan, karena tujuan dari KIB adalah untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan serta meningkatkan partisipasi dan kerukunan antar warga,” terang Edo.
“KIB bukanlah lomba, melainkan embrio dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan di lingkungannya,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutan Lurah Karang, Ahmad Sofyan, mengatakan bahwa, masyarakat sekitar guyub rukun, bekerjasama dan berkolaborasi untuk melaksanakan KIB.
“Masyarakat RT 4 RW 5 ini guyub rukun, bekerjasama dan berkolaborasi untuk melaksanakan KIB,” ucap Sofyan.
Lebih lanjut, melalui KIB diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik, menggantinya dengan botol minum yang bisa digunakan berkali-kali, memilah sampah, serta mendaur ulang.
Selain itu pentingnya konservasi air, mengingat wilayah Semanding setiap tahun selalu membutuhkan dropping air bersih setiap musim kemarau. Bahkan setiap tahun cakupannya semakin meluas.
“Tahun pertama saya melakukan dropping air di Semanding baru ke 2 desa, tahun ini ada 5 desa yang membutuhkan air bersih di musim kemarau,” ujar Camat Semanding, Cipta Dwipriyata dalam sambutannya.(ly/dif)

















