Proyek Perbaikan Jalan Picu Kecelakaan, Polisi: Kontraktor Minim Koordinasi

Redaksi7

Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Moh Imam Reza.

TUBAN – Sejumlah proyek perbaikan jalan di wilayah Kabupaten Tuban kerap menimbulkan gangguan lalu lintas dan bahkan memicu kecelakaan. Pekerjaan infrastruktur tersebut dikeluhkan masyarakat pengguna jalan.

Salah satu yang mendapat sorotan adalah proyek pengecoran Jalan Letda Sucipto. Kurang tepatnya penempatan rambu-rambu menyebabkan seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan, Senin malam (28/7/2025).

“Kabarnya ada empat laka disitu karena penempatan rambu-rambu yang dipasang,” ujar Shokib yang mengaku temannya juga menjadi korban.

Akibat peristiwa itu, rekannya kini terbaring di rumah sakit, dan harus segera menjalani operasi lantaran mengalami patah tulang.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Moh Imam Reza mengatakan bahwa, salah satu penyebab kekacauan lalu lintas yang terjadi selama ini adalah minimnya koordinasi dari para kontraktor pelaksana proyek dengan pihak kepolisian.

“Kami tidak pernah menerima pemberitahuan dari para kontraktor kalau setiap kali ada pekerjaan perbaikan jalan,” ucapnya, Rabu (30/7/2025).

Menurut Imam, proyek jalan yang dikerjakan tanpa pemberitahuan lebih dulu kepada kepolisian membuat aparat kesulitan dalam mengantisipasi dampak lalu lintas yang ditimbulkan.

“Tiba-tiba ada laporan masuk dari masyarakat, mengeluhkan kemacetan. Setelah kami cek, ternyata ada pekerjaan jalan yang sedang berlangsung,” ungkapnya.

Padahal, jika kontraktor berkoordinasi sejak awal, pihak kepolisian akan menerjunkan personil untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Dengan seperti itu, mobilitas warga lancar dan pekerjaan proyek berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau ada pemberitahuan, kita bisa siapkan personel, pasang rambu-rambu maupun memberlakukan rekayasa lalu lintas,” katanya.

imam mengimbau kepada seluruh pelaksana proyek, baik dari pihak pemerintah maupun swasta agar lebih terbuka dan kooperatif dalam setiap rencana pekerjaan yang melibatkan fasilitas umum, terutama jalan raya.

“Sebelum pelaksana proyek, kami berharap pihak kontraktor mengajukan pemberitahuan agar kami bisa membantu untuk mengantisipasi kemacetan,” pungkasnya.(sav/dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment