TUBAN – Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 menjadi berkah tersendiri bagi pedagang pernak-pernik agustusan di Kabupaten Tuban.
Pedagang musiman menjamur di sepanjang trotoar jalan, seperti di Jalan Letda Sucipto, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Diponegoro. Deretan atribut khas warna merah putih menarik perhatian warga yang ingin memeriahkan suasana kemerdekaan.
Salah satunya Bagus (31) asal Kota Surabaya. Pedagang pernak-pernik agustusan itu mengaku rutin setiap tahun berjualan di wilayah Kabupaten Tuban. Sejak pertengahan bulan Juli, Ia telah mulai menggelar lapak.
Berbagai atribut kemerdekaan menghias lapak Bagus. Mulai bendera merah putih, umbul-umbul, aneka umbul-umbul, tatakan bendera, hingga tiang bendera maupun umbul-umbul.
“Harganya bervariasi, tergantung jenis dan ukurannya,” ujar Bagus ditemui wartawan di lapak Jalan Letda Sucipto, Kamis siang (31/7/2025).
Dijelaskan Bagus, untuk harga dipatok bervariasi. Untuk bendera merah putih dijual antara Rp10.000-Rp20.000. Lalu, umbul-umbul dipatok antara Rp60.000-Rp100.000. Sedangkan background dihargai Rp90.000 Rp200.000.
Baca Juga:
“Dalam sehari, bisa terjual antara 40 sampai 80 items dengan omzet harian mencapai Rp800 ribu,” bebernya.
Pembeli tak hanya warga sekitar, melainkan pengguna jalan asal luar daerah yang sedang melintas. Seperti Kabupaten Lamongan yang datang untuk membeli dalam jumlah banyak, terutama keperluan instansi dan komunitas.
“Ada yang kebetulan melintas, adapula yang tahu dari media sosial,” terangnya.
Seperti Muhammad (28), warga Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, yang datang membeli bendera kecil dan umbul-umbul untuk dipasang di depan rumah. Ia menilai, memasang atribut kemerdekaan merupakan bentuk sederhana dalam mengekspresikan rasa nasionalisme.
“Ini cara sederhana tapi berarti untuk menunjukkan kecintaan kepada tanah air,” ujarnya.(sav/dif)

















