TUBAN – Warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban mengeluhkan bau gas dan suara bising dari operasional PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
Akibatnya, sebagian warga yang terdampak langsung mengalami pusing dan mual. Upaya protes telah disampaikan warga melalui Pemerintah Desa (Pemdes) kepada perusahaan. Namun hingga kini belum ada perhatian sama sekali.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Tasikharjo, Damuri, dalam audiensi bersama warga dan perwakilan TPPI di balai desa setempat, Kamis pagi (21/8/2025).
“Ada beberapa hal yang dirasakan warga saya, bahwa itu ada kayak bau atau pencemaran atau kebisingan dari suara-suara TPPI. Itu tidak ada perhatian sama sekali,” ujar Damuri.
Damuri mengatakan bahwa, terdapat sekitar 18 warga terdampak bau dan suara bising. Mereka merupakan warga Dusun Boro yang tinggal bersebelahan dengan pagar PT TPPI).diduga bau tersebut berasal dari kebocoran pipa produksi.
“Penduduk yang berada di pagar TPPI itu sudah beberapa kali kami sampaikan ke pihak TPPI untuk direlokasi,” ungkapnya.
Baca Juga:
Selain itu, Damuri juga menyampaikan, dalam rekrutmen tenaga kerja, perusahaan perusahaan agar mengutamakan warga lokal Tasikharjo. Sebab, mereka terdampak langsung aktifitas produksi TPPI.
“Terus yang kedua, untuk tenaga kerja harusnya warga terdampak diprioritaskan. Itupun tetap memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan,” tuturnya.
Menurut Damuri, selama ini pihak TPPI tidak transparan dalam rekrutmen tenaga kerja. Pemdes maupun warga kerap ketinggalan informasi, sehingga tenaga kerja banyak mengambil warga dari luar desa ring 1.
“Sebelumnya tidak ada transparansi sama sekali, baru setelah audiensi di Remen membuka keran-keran. Makanya tadi saya sampaikan dibuka baru-baru ini sjaa, kemarin kemana saja,” bebernya.
Sementara itu HSSE PT TPPI, Ahmad Muzaki, membenarkan adanya bau menyengat dan kebisingan dari TPPI. Bau yang tercium hingga pemukiman warga merupakan dampak dari penyelesaian proyek pit stop, salah satunya overhaul. Namun, Ia meyakinkan bahwa semuanya telah ditangani dengan baik
“Menunggu waktu overhaul karena ini berkaitan dengan proses, dan alhamdulillah setelah seal diperbaiki atau alat diperbaiki, kejadian itu (bau dan bising) sudah menurun,” jelasnya kepada wartawan usai mengikuti audiensi bersama warga Desa Tasikharjo.
Namun, Muzaki mengelak perusahaan dikatakan tidak transparan dalam rekrutmen tenaga kerja. Ia lebih setuju jika masalah terletak pada komunikasi antara pihak perusahaan dan Pemdes serta warga sekitar.
“Jadi mungkin komunikasi perlu ditingkatkan,” elak Muzaki menjawab pertanyaan wartawan.
“Dalam hal ini nanti dengan adanya tim kecil mudah-mudahan peningkatan komunikasi intens dan dari itu bisa kita perbaiki, kita sempurnakan,” sambungnya.(sav/dif)

















