Redaksi7.id, TUBAN – Festival Tabuh Lesung digelar di kawasan Sendang Dusun Janten, Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Sabtu siang (27/9/2025).
Alat tradisional penumbuk padi yang menjadi sarana komunikasi dan hiburan masyarakat desa itu dilombakan. Selain ajang silaturahmi, kegiatan tersebut untuk melestarikan budaya leluhur yang mulai terlupakan.
Lomba tabuh lesung diikuti sebanyak 8 kelompok yang merupakan perwakilan Rukun Tetangga (RT). Para peserta didominasi para wanita, mulai usia muda hingga lanjut usia.

“Event pertama ini diikuti delapan kelompok. Untuk keterlibatan generasi muda sebatas sebagai vokal atau penyanyi,” kata Kepala Desa (Kades) Ngino, Wawan Hariyadi usai acara.
Wawan menjelaskan bahwa Festival Tabuh Lesung ini merupakan bagian dari agenda perayaan HUT RI ke-80. Meski digelar pada bulan September, namun antusiasme warga masih tetap tinggi.
“Antusiasme warga alhamdulillah sangat luar biasa yang hadir hari ini tidak hanya dari Dusun Janten, tapi seluruh warga Desa (Ngino),” ucapnya.
Baca Juga:
Menurut Kades, Festival Tabuh Lesung ini bertujuan untuk melestarikan budaya warisan leluhur. Lesung merupakan alat tradisional penumbuk hasil pertanian, seperti padi, jagung dan ketela pohon.
Masyarakat pedesaan kerap memainkan lesung sehingga menciptakan irama. Tak hanya sebagai alat penumbuk, lesung pada zaman dulu juga menjadi sarana komunikasi dan hiburan.
“Jadi ini terinspirasi dari pengalaman masa, kemudian membuat sebuah event atau lomba,” bebernya.

Namun, diungkapkan Wawan, tradisi memukul lesung sudah hampir punah. Fungsi lesung sebagai alat penumbuk tergantikan mesin. Akibatnya, keberadaan lesung nyaris terlupakan generasi muda.
“Kalau sekarang sudah hampir punah. Seiring berjalannya waktu dengan modernisasi zaman ini menjadi tergerus,” ungkapnya.
Sementara itu, Kiki Lia Wahyunita, salah satu peserta mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam Festival Tabuh Lesung. Para peserta rela berlatih demi tampil maksimal pada hari perlombaan.
“Latihan tiap jam empat sore,” ujarnya
Kiki mengungkapkan bahwa tak seorang pun di sekitar tempat tinggalnya masih menggunakan lesung untuk menumbuk padi atau hasil pertanian lain.
“Nggak ada yang menggunakan, sekarang sudah jaman modern,” ucapnya.(sav/dif)

















