Redaksi7.id, TUBAN – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Tuban menggelar Kemah Sastra Ketiga di kawasan wisata Plezier Tuban Wonderland, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, pada 20-21 Oktober 2025 itu diikuti 156 pelajar dari 52 SMP se-Kabupaten Tuban. Sesuai temanya “Menyala Api Literasi, Merajut Imajinasi, dan Mengukir Kreativitas”, diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sastra para pelajar.
“Pengenalan sastra ke anak-anak, bagaimana sastra itu tidak hanya sebatas yang mereka tahu selama ini, sastra itu luas ternyata,” ujar Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kab Tuban, Fajrin Muharrom Affandi.
Fajrin mengungkapkan bahwa, kemah sastra merupakan kegiatan rutin tahunan. Kemah kali ini merupakan yang ketiga diselenggarakan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Tuban.
“Kemah Sastra Ketiga ini merupakan tahun ketiga. Tiga kali pelaksanaan ini lokasinya beda-beda,” katanya saat diwawancara wartawan usai pembukaan, Senin pagi (20/10/2025).
Menurut Fajrin, kegiatan pengenalan sastra ini dikemas kemah untuk memberi pengalaman berbeda kepada pada siswa. Mereka dicampur dengan siswa sekolah lain sehingga mendapat teman lebih luas, sehingga dapat saling berbagi pengetahuan.
Baca Juga:
“Kalau seperti ini kan mereka bisa berbagi cerita di sekolah daerah itu seperti apa, sekolah-kota itu bagaimana,” ucapnya.
Dalam Kemah Sastra Ketiga ini terdapat beberapa acara. Selain ada lomba-lomba, ada pula pentas seni, dan ditutup dengan outbond. Untuk lomba terdiri dari tiga kompetensi, yaitu mendongeng, membaca puisi, serta menulis Cerita Pendek (Cerpen).
“Besok pagi ada outbound, kemudian siangnya baru pengumuman untuk pemenang lomba-lomba,” jelas Fajrin.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Pengelolaan Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Siswo Suwarko mengaku sangat mendukung kegiatan Kemah Sastra. Melalui kegiatan ini siswa mendapat pengalaman belajar dan ruang untuk mengembangkan kompetensinya
“Kemah sastra ini merupakan salah satu kegiatan tahunan yang memang sangat kami harapkan. Dalam lomba ini sendiri anak-anak dapat mengambil pengalaman belajar bagaimana berkompetisi yang secara sehat,” tuturnya.
pria yang juga menjabat Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, itu mengungkapkan bahwa peserta kemah sastra masih didominasi perempuan. Ia berharap, kedepan jumlah peserta laki-laki dan perempuan berimbang.
“Tadi saya sampaikan untuk ke depannya bisa lebih dimotivasi lagi agar anak laki-laki juga bisa mengikuti kegiatan ini,” tuturnya.(sav/dif)

















