Ramai Motor Mogok Usai Isi Pertalite, Bengkel Diserbu Warga

Redaksi7

Mekanik bengkel memperbaiki sepeda motor yang rusak.

Redaksi7.id, TUBAN – Warga mengeluh sepeda motornya tiba-tiba mengalami mogok usai mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU wilayah Kabupaten Tuban. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah bengkel ramai diserbu warga yang harus memperbaiki kendaraan.

Salah satu pemilik bengkel sepeda motor di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Sidorejo, Kabupaten Tuban, Slamet Harsono (64) mengungkapkan bahwa beberapa hari terakhir menerima banyak kendaraan dengan keluhan serupa.

Pria yang akrab disapa Mbah Son itu mengatakan, gejala yang dialami para pelanggan tersebut hampir sama, mesin tersendat, busi mati, dan aliran listrik tidak tersambung.

“Rata-rata businya menghitam. Terus aliran arus listriknya nggak ada,” ungkap Mbah Son kepada wartawan, Selasa pagi (28/10/2025).

Diterangkan Pak Son, sebagian besar motor yang masuk harus menjalani perbaikan berat. Seperti, tangki bahan bakar harus dikuras, lalu busi diganti agar mesin bisa kembali normal.

“Biasanya kami kuras tangkinya dan ganti busi. Setelah itu baru bisa nyala lagi,” jelasnya.

Menurut Pak Son, permasalahan pada motor seperti itu diduga kuat akibat kualitas bahan bakar yang digunakan tidak bagus. Apabila tidak segera diatasi, kerusakan akan semakin parah dan bisa berakibat fatal pada sistem pembakaran serta komponen mesin.

“Kalau kualitas bensinnya nggak bagus, pembakarannya nggak sempurna. Akibatnya motor tersendat, bahkan mati total,” imbuhnya.

Salah satu korban Pertalite SPBU yang kurang bagus ini adalah Salsa, pelajar asal Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Sepeda motor yang kendaraan tiba-tiba tersendat dan mati mesin. Permasalahan tersebut muncul setelah mengisi Pertalite di salah satu SPBU.

Awalnya Salsa mengira bensin habis, namun setelah dicek, ternyata masalahnya berbeda. Akibatnya, Ia harus mendorong motornya ke bengkel terdekat.

“Awalnya motor terasa seperti kehabisan bensin, padahal baru saja isi pertalite. Habis itu langsung mati, akhirnya saya dorong ke bengkel,” tuturnya.

Warga berharap pihak terkait, termasuk Pertamina, segera melakukan pengecekan terhadap distribusi pertalite di sejumlah SPBU di Tuban. Pasalnya, keluhan seperti ini mulai sering terdengar sejak dua hari terakhir.(sav/dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment