Redaksi7.id, TUBAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Feedback atau Umpan Balik Monitoring dan Evaluasi Program Pelangi Biru (Perubahan Langsung Identitas Pengantin Baru) untuk KUA dan Operator SIAK.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kemenag Tuban, Rabu (5/11/2025). Hadir sebagai peserta adalah kepala Kantor Urusan Agama KUA) dan operator SIAK dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Tuban.
Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Dinas Dukcapil. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Semua tantangan harus kita lewati bersama untuk mewujudkan Kemenag yang lebih baik, harus ada perubahan dan inovasi yang bisa dirasakan masyarakat secara luas, KUA sebagai garda terdepan Kemenag harus mampu mewujudkan hal itu, kalau yang lain bisa, kenapa kita tidak bisa,” ujar Umi Kulsum.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Tuban, Agung Tri Wibowo, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Dukcapil dan Kemenag dalam program Pelangi Biru. Ia menegaskan bahwa setiap tahun Dukcapil dituntut menghadirkan minimal dua inovasi pelayanan.
“Terima kasih atas kolaborasi antara Kemenag dan Dukcapil, berdasarkan hasil Monev, permohonan tertinggi tercatat di Kecamatan Bancar sebanyak 126 permohonan, disusul Plumpang (115), Jatirogo (95), Widang (94), dan Parengan (91). Sementara lima kecamatan dengan jumlah permohonan terendah yakni Grabagan, Tambakboyo, Senori, Jenu, dan Kenduruan,” jelasnya.
Baca Juga:
Menambahkan apa yang disampaikan Kepala Dinas Dukcapil, dari hasil evaluasi lapangan, Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan (PDIP) Dukcapil, Prapti Mangajoeningtyas, mengungkapkan sejumlah kendala yang masih dihadapi di lapangan. Diantaranya VPN Pelangi Biru tidak bisa diakses di KUA, sehingga operator mengerjakan permohonan dari rumah menggunakan fasilitas yayasan.
“Selain itu, masih rendahnya kepedulian masyarakat untuk memperbarui elemen data pekerjaan di KK serta kurangnya kesadaran calon pengantin dalam melengkapi persyaratan,” terang Prapti.
Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Monev ini. “Saya sangat kagum dengan Dinas Dukcapil, luar biasa, baru lima bulan program berjalan sudah dilakukan Monev, memang ada empat hal penting harus selalu dijalankan dalam setiap program yakni perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta rekomendasi,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta, membahas berbagai kendala teknis dan strategi peningkatan efektivitas layanan di lapangan. Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif, menandai komitmen bersama untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Tuban.(sav/dif)

















