Serapan Anggaran Dinas PUPR Tuban Rendah Baru 46 Persen

Redaksi7

Pekerjaan proyek Dinas PUPR-PRKP Kabupaten Tuban.

Redaksi7.id, TUBAN – Tahun 2025 tersisa hanya 1,5 bulan. Namun realisasi belanja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Kabupaten Tuban terpantau masih sangat rendah.

Hingga kini, Jumat (21/11/2025), serapan anggaran baru mencapai 46 persen, atau sekitar Rp297 miliar. Padahal total anggaran yang dialokasikan mencapai total Rp639 miliar.

Rendahnya serapan anggaran tersebut mendapat sorotan dari Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban. Dewan menilai serapan yang belum mencapai separuh anggaran tergolong rendah mengingat waktu yang tersisa sangat terbatas.

“Ini karena pelaksanaannya kurang di depan. Tapi tadi info dari Kepala Dinas, ke depan nggak bisa seperti ini lagi,” ujar Anggota Komisi I DPRD Tuban, Siswanto.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta serapan anggaran yang masih minim menjadi bahan evaluasi. Supaya pola pengerjaan tidak kembali menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.

Siswanto juga mendukung kebijakan pemerintah pusat tahun depan, yang akan memperketat pola pengawasan progres pekerjaan dan penyerapan anggaran setiap triwulan.

“Ke depan itu dipelototi oleh pusat. Setiap triwulan pertama, mau Januari atau baru Maret, progresnya harus jelas dan dilaporkan tiap minggu. Nggak boleh ada uang ngendon (mengendap),” imbuhnya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat menjadi cambuk bagi Dinas PUPR-PRKP Tuban untuk mengatur ritme pembangunan secara merata dari awal tahun.

“Jangan seperti sekarang, Juni, Juli, Agustus baru digarap. Ritmenya harus dikejar sejak triwulan pertama,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-PRKP Tuban, Agung Supriyadi, menyatakan optimis dengan serapan anggaran di tahun 2025 ini, bisa menyamai capaian tahun lalu hingga 96 persen.

Sebab, saat ini pihaknya telah menginstruksikan seluruh tim di lapangan untuk mempercepat pekerjaan.

“Harapan kami, semua pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Kami sudah pesan ke PPK, pengawas, dan konsultan agar menambah material dan tenaga. Yang penting tidak ada pekerjaan yang melewati akhir tahun,” ujarnya.

Agung juga membantah anggapan bahwa pengerjaan proyek molor. Menurutnya, kontrak masih berjalan hingga akhir Desember dan masih ada waktu yang mana hingga bulan Desember

“Insya Allah Desember selesai,” pungkasnya.(sav/dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment