Redaksi7.id, TUBAN – Tahun 2025 tersisa hanya 1,5 bulan. Namun realisasi belanja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Kabupaten Tuban terpantau masih sangat rendah.
Hingga kini, Jumat (21/11/2025), serapan anggaran baru mencapai 46 persen, atau sekitar Rp297 miliar. Padahal total anggaran yang dialokasikan mencapai total Rp639 miliar.
Rendahnya serapan anggaran tersebut mendapat sorotan dari Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban. Dewan menilai serapan yang belum mencapai separuh anggaran tergolong rendah mengingat waktu yang tersisa sangat terbatas.
“Ini karena pelaksanaannya kurang di depan. Tapi tadi info dari Kepala Dinas, ke depan nggak bisa seperti ini lagi,” ujar Anggota Komisi I DPRD Tuban, Siswanto.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta serapan anggaran yang masih minim menjadi bahan evaluasi. Supaya pola pengerjaan tidak kembali menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.
Siswanto juga mendukung kebijakan pemerintah pusat tahun depan, yang akan memperketat pola pengawasan progres pekerjaan dan penyerapan anggaran setiap triwulan.
Baca Juga:
“Ke depan itu dipelototi oleh pusat. Setiap triwulan pertama, mau Januari atau baru Maret, progresnya harus jelas dan dilaporkan tiap minggu. Nggak boleh ada uang ngendon (mengendap),” imbuhnya.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat menjadi cambuk bagi Dinas PUPR-PRKP Tuban untuk mengatur ritme pembangunan secara merata dari awal tahun.
“Jangan seperti sekarang, Juni, Juli, Agustus baru digarap. Ritmenya harus dikejar sejak triwulan pertama,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-PRKP Tuban, Agung Supriyadi, menyatakan optimis dengan serapan anggaran di tahun 2025 ini, bisa menyamai capaian tahun lalu hingga 96 persen.
Sebab, saat ini pihaknya telah menginstruksikan seluruh tim di lapangan untuk mempercepat pekerjaan.
“Harapan kami, semua pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Kami sudah pesan ke PPK, pengawas, dan konsultan agar menambah material dan tenaga. Yang penting tidak ada pekerjaan yang melewati akhir tahun,” ujarnya.
Agung juga membantah anggapan bahwa pengerjaan proyek molor. Menurutnya, kontrak masih berjalan hingga akhir Desember dan masih ada waktu yang mana hingga bulan Desember
“Insya Allah Desember selesai,” pungkasnya.(sav/dif)

















