Redaksi7.id, TUBAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menggelar Pasar Murah Ramadhan 2026 di 20 kecamatan. Program ini dilakukan guna menekan lonjakan harga bahan pokok sekaligus menjaga ketersediaan pasokan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Agus Wijaya menyampaikan bahwa Pemkab Tuban mengambil langkah itu setelah mencermati tren harga bahan pokok penting (Bapokting) dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami melihat kecenderungan harga sembako naik cukup signifikan. Karena itu kami (Pemkab Tuban, red) hadir untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan tersedia,” ujarnya.
Adapun dalam Pasar Murah Ramadan tersebut terdapat sebanyak sembilan komoditas strategis. Antara lain, beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai rawit, cabai merah besar, cabai keriting, bawang merah, dan bawang putih.
Komoditas tersebut dipilih karena berpengaruh terhadap inflasi daerah dan selalu mengalami kenaikan permintaan saat Ramadan.
Dijelaskan Agus, seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar. Meski demikian, untuk komoditas seperti cabai yang fluktuasinya tinggi, harga menyesuaikan perkembangan harian.
Di sektor distribusi, pemerintah mengoptimalkan pasokan dari wilayah penghasil cabai seperti Kecamatan Bancar, Grabagan, Kerek, dan Kenduruan guna menjaga ketersediaan barang di pasar murah.
Tak hanya itu, guna mencegah pemborongan, pembelian dibatasi. Beras kemasan lima kilogram maksimal dua kemasan per orang. Sementara cabai dan bawang dijual dalam bentuk kemasan dengan pembatasan satu kemasan per pembeli agar distribusi merata.
Selanjutnya, pemerintah menerapkan sistem monitoring dan evaluasi harian. Setiap lokasi memiliki penanggung jawab yang melaporkan perkembangan stok, volume penjualan, serta dinamika lapangan. Jika stok menipis, tambahan pasokan segera dikirim.
“Kami tidak ingin masyarakat panik atau kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Target kami harga stabil sampai menjelang lebaran dan inflasi tetap terkendali,” kata Agus.
Selain pasar murah, Pemkab juga menggelar pasar takjil di 20 kecamatan dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Kegiatan tersebut memberi ruang bagi UMKM memasarkan produk selama Ramadan sekaligus menjaga perputaran ekonomi di tingkat kecamatan.(sav/dif)