Eko Wahyudi Soroti Rendahnya Capaian Produksi Kedelai

Redaksi7

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Eko Wahyudi.

Redaksi7.id, TUBAN – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Eko Wahyudi, menyoroti rendahnya realisasi produksi kedelai nasional. Hingga kini, realisasinya dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Eko Wahyudi dalam rapat kerja terkait Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2025 dan Progres Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2026.DPR RI, Eko Wahyudi,

Dalam rapat itu, Eko Wahyudi memberikan sejumlah masukan dan catatan kritis kepada Kementerian Pertanian. Ia menyoroti capaian produksi sejumlah komoditas strategis nasional berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Pertanian.

Politisi asal Kabupaten Tuban itu awalnya mengapresiasi keberhasilan beberapa komoditas yang telah melampaui target produksi, seperti padi dan jagung. Namun demikian, perhatian khusus diberikan terhadap rendahnya realisasi produksi kedelai yang dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Pimpinan, kami mencermati bahwa capaian produksi komoditas strategis tahun 2025 menunjukkan adanya kinerja yang belum sepenuhnya merata. Kami mengapresiasi keberhasilan pada beberapa komoditas seperti padi dan jagung yang telah melampaui target. Namun demikian, kami juga melihat adanya perhatian serius pada komoditas kedelai, yang realisasinya masih jauh di bawah target, yakni sekitar 23 persen,” ujarnya.

Berdasarkan data capaian produksi komoditas strategis tahun 2026 per 17 Mei 2026, produksi kedelai tercatat baru mencapai sekitar 1,31 persen dari target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius karena kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan industri pangan nasional.

Lebih lanjut, Anggota Komisi IV Dapil Jatim IX Tuban-Bojonegoro ini meminta Kementerian Pertanian memberikan penjelasan komprehensif terkait berbagai faktor yang menyebabkan rendahnya capaian produksi kedelai, baik dari aspek perencanaan program, pelaksanaan di lapangan, maupun dukungan kebijakan yang selama ini dijalankan pemerintah.

“Kondisi ini tentu menjadi catatan penting, mengingat kedelai merupakan komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kami memandang perlu adanya penjelasan lebih lanjut dari Kementerian terkait faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya capaian tersebut, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan program, maupun dukungan kebijakan yang ada,” kata pria yang akrab disapa Kang Yudi itu.

Ia juga menekankan pentingnya langkah perbaikan yang lebih terarah dan terukur untuk meningkatkan produksi kedelai nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Ke depan, kami berharap Kementerian dapat menyusun langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah dan terukur, sehingga kinerja produksi kedelai dapat ditingkatkan dan ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap,” tegasnya.

Rapat kerja tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan anggaran dan program pemerintah, khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional.(*)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment