Redaksi7.id, JAKARTA – Melalui Gugus BladderForge Reborn, PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) berhasil meraih predikat emas pada kategori Project Chapter (PC) dalam ajang Annual Pertamina Quality Awards (APQA) 2026.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan TPPI dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap aspek keselamatan kerja, efisiensi operasional, dan penciptaan nilai tambah bagi perusahaan.
Gugus BladderForge Reborn menghadirkan inovasi keselamatan kerja melalui alat PEGAWE (Pipe Greasing Guy Wire). Inovasi ini lahir sebagai solusi atas pekerjaan pemeliharaan yang sebelumnya mengharuskan pekerja melakukan aktivitas di ketinggian dengan tingkat risiko keselamatan yang tinggi.
Berdasarkan data Learning From Event (LFE) PT KPI periode 2021–2025, insiden Working at Height masih menjadi salah satu risiko yang berpotensi menimbulkan fatalitas. Menjawab tantangan tersebut, Gugus BladderForge Reborn mengembangkan alat PEGAWE, sebuah special tool untuk proses re-greasing guy wire yang dapat dioperasikan dari bawah dengan sistem tarik dan media grease tanpa memerlukan pekerja bergelantungan pada wire rope flare.
Implementasi inovasi ini berhasil mengurangi risiko pekerjaan yang mengharuskan pekerja berada pada posisi tergantung pada proses re-greasing wire rope flare, sehingga risiko kecelakaan kerja dapat ditekan secara signifikan. Selain meningkatkan aspek keselamatan, alat PEGAWE juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi waktu dan biaya operasional.
Durasi pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga 25 hari kini dapat diselesaikan hanya dalam 11 hari. Dari sisi biaya, metode konvensional memerlukan anggaran sekitar Rp476 juta melalui jasa vendor eeksternal.
Baca Juga:
Dengan pemanfaatan alat PEGAWE yang dibuat menggunakan material scrap project yang sudah tidak terpakai, pekerjaan dapat dilakukan oleh tenaga internal perusahaan dengan biaya pembuatan alat sekitar Rp40 juta. Inovasi ini menghasilkan cost saving sebesar Rp436 juta serta cost avoidance sebesar Rp44 miliar serta berpotensi komersial sebesar 144 JT dan dapat di replikasi dikilang lainnya maupun pertamina group yang memiliki jenis equipment support guy wire untuk menunjang bisnis.
Presiden Direktur TPPI, Iman Syafirman, yang hadir secara langsung pada kegiatan APQA 2026 di Gedung Grha Pertamina, menyampaikan apresiasinya atas capaian yang diraih Gugus BladderForge Reborn.
“Pencapaian predikat Gold yang diraih Gugus BladderForge Reborn merupakan bukti bahwa inovasi yang lahir dari insan TPPI mampu memberikan kontribusi yang berdampak langsung bagi perusahaan. Inovasi PEGAWE tidak hanya meningkatkan aspek keselamatan kerja, tetapi juga menghadirkan efisiensi dan nilai tambah yang signifikan. Kami berharap semangat inovasi ini terus tumbuh dan menjadi budaya yang mengakar di seluruh lini perusahaan sehingga mampu mendukung keunggulan operasional dan keberlanjutan bisnis TPPI maupun Pertamina Group,” ujar Iman.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero), Andy Arvianto, menegaskan bahwa APQA bukan sekadar ajang kompetisi internal, melainkan instrumen strategis untuk mengukur tingkat kematangan inovasi dan mutu di seluruh entitas Pertamina Group.
“Forum ini merupakan forum inovasi tertinggi di lingkungan Pertamina Group. Tahun ini APQA hadir untuk yang ke-16 kalinya, sebuah pencapaian yang menunjukkan komitmen jangka panjang Pertamina Group dalam membangun budaya perbaikan yang berkelanjutan. Melalui tema ‘Elevating Talent, Accelerating Innovation, Delivering Enterprise Value’, kami ingin menegaskan bahwa inovasi yang didorong tidak hanya sebatas perbaikan internal, tetapi juga harus mampu memperkuat enterprise value melalui efisiensi biaya, keandalan operasi, serta pengembangan kapabilitas talenta,” ujar Andy.
Ia menambahkan bahwa APQA menjadi cerminan kondisi inovasi dan mutu di setiap entitas Pertamina Group. Hasil penilaian yang diperoleh akan menjadi data dan insight bagi manajemen dalam memetakan kekuatan, gap, serta peluang perbaikan di seluruh organisasi.
“Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menghasilkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Inovasi-inovasi terbaik akan terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh ekosistem Pertamina Group,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya memastikan dampak inovasi dapat dirasakan secara berkelanjutan, inovasi-inovasi unggulan APQA akan didokumentasikan dan dipublikasikan melalui forum manajemen pengetahuan Pertamina sehingga dapat direplikasi oleh entitas lain di lingkungan Pertamina Group. Inovasi terpilih juga berpotensi mewakili Pertamina dalam berbagai ajang penghargaan nasional maupun internasional.
Melalui APQA 2026, TPPI terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga meningkatkan keselamatan kerja, keunggulan operasional, dan keberlanjutan bisnis demi memberikan kontribusi terbaik bagi Pertamina Group.
APQA 2026 merupakan forum inovasi tertinggi di lingkungan Pertamina Group. Tahun ini APQA mengusung tema “Elevating Talent, Accelerating Innovation, Delivering Enterprise Value.”
Rangkaian APQA 2026 resmi dibuka oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), pada 8 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan proses penjurian gugus inovasi serta verifikasi dokumen entitas hingga 11 Juni 2026. Sebanyak 120 gugus inovasi dari seluruh entitas Pertamina Group berpartisipasi pada ajang tahun ini dengan melibatkan lebih dari 915 Perwira Pertamina yang secara aktif berkontribusi menghasilkan berbagai inovasi dan program perbaikan berkelanjutan.(*)

















