Ampo, Camilan Tanah Liat Panggang Lintas Generasi Khas Tuban

Redaksi7

Pembuat camilan Ampo, Rasimah sedang bekerja.

Tuban – Tanah liat bagi sebagian orang mungkin hanya dianggap sesuatu tak berguna. Namun, bagi Mbah Rasimah (72) gumpalan tanah sawah yang lengket itu dapat diolah menjadi camilan khas yang secara turun temurun disebut Ampo.

Mbah Rasimah menjadi satu-satunya pembuat Ampo yang masih aktif. Warga Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, itu rutin memproduksi Ampo untuk dijual ke pasar tradisional. Di tengah jaman serba modern seperti sekarang, eksistensi Ampo tetap dicari masyakat.

“Sekarang saya tidak membuat Ampo setiap hari. Biasanya hanya klaau ada pesanan saja, paling satu mingggu dua smalai tiga kali,” ujar Rasimah, Jumat (30/8/2024).

Mbah Mah sapaan akrab Mbah Rasimah mengungkapkan bahwa dirinya telah belajar membuat Ampo sejak usianya 7 tahun. Kemampuan itu dipelajari dari sang ibu.

Berdasar silsilah keluarganya, Rasimah adalah generasi ke-4 pembuat Ampo. Lalu sekarang warisan leluhur itu diturunkan keapda putrinya bernama Sarpik yang akan menjadi pewaris ke-5.

“Kalau dirunut, sudah sangat lama. Lebih dari 100 tahun jajanan ini turun termurun dibuat keluarga saya,” tuturnya.

Camilan Ampo memiliki sejarah panjang. Dulunya, ketika jaman penjajahan dan paceklik, Ampo dikonsumsi oleh masyarakat untuk dijadikan pengganjal perut. Sebab, ketika itu untuk mendapat makanan cukuplah sulit

Ampo tidak dibuat dari sembarang tanah liat. Mbah Rasimah biasanya memilih tanah liat persawahan yang bersih dari batu dan sedikit mengandung air. Lebih dari itu tanah liat harus melewati proses pemadatan yang membutuhkan waktu kurang lebih 1 malam.

“Tanahnya harus steril dari kotoran dan lain sebagainya. Harus dipadatkan menggunakan ganden, waktu 1 malam dulu supaya hasilnya nanti bagus,” ungkapnya.

Setelah cukup padat, gumpalan tanah liat dikikis menggunaman sebatang bambu tajam hingga menghasilkan gulungan tipis menyerupai jajanan anak-anak, Astor. Sementara alat yang digunakan untuk menyisir tanah liat itu bernama seseh.

“Tekniknya, tiap dua kali sisiran, tanah liat harus ditumpuk lagi dengan ganden. Hal itu supaya tanahnya jadi lebih padat dan hasilnya bagus,” tutur perempuan kelahiran 1952 itu.

Gulungan mirip Astor tersebut kemudian harus dijemur terlebih dahulu selama 6-8 jam. Baru setelah itu, akan diasapi menggunakan kayu bakar. Lalu disangrai di atas wajan. Meski butuh proses panjang namun harganya dipatok cukup murah. Yakni Rp100.000 per kilogram.

“Baru setelah itu bisa dikonsumsi,” tandasnya.

Selama puluhan tahun membuat Ampi, Mbah Rasimah tidak pernah menerima komplain dari para pelanggan terkait dengan kesehatan. Mbah Rasimah menjamin Ampo buatannya higienis.

“Dulu sudah pernah dimasukkan Laboratorium oleh mahasiswa dari Jakarta, Alhamdulillah hasilnya aman,” pungkasnya.(dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment