TUBAN – Baliho bergambar Calon Bupati (Cabup) Tuban 2024 Aditya Halindra Faridzky (Lindra), kembali bermunculan setelah masa cuti berakhir. Banyaknya pemasangan baliho tersebut menuai protes dari Tim Pemenangan pasangan Riyadi dan Wafi Abdul Rosyid.
Pemasangan baliho cukup masif di titik-titik strategis wilayah Kabupaten Tuban. meski mengatasnamakan Pemkab Tuban, namun baliho yang menampilkan program pembangunan daerah itu hanya menampilkan Bupati Lindra, tanpa didamping Wakil Bupati Riyadi.
Hal tersebut menimbulkan polemik di masyarakat. Pasalnya, Bupati Lindra dan Wakil Bupati Riyadi sedang bersaing pada Pemilihan Bupati Tuban 2024. Sehingga muncul spekulasi mempertanyakan netralitas Pemkab Tuban dalam pesta demokrasi ini.
Menanggapi banyaknya baliho Lindra tanpa Riyadi, Tim Pemenangan Paslon Riyadi-Wafi menyampaikan keberatan. Pemasangan baliho Cabup Lindra pada masa tenang dianggap mencederai prinsip demokrasi.
“Meskipun atas nama bupati, tetap dia adalah calon, sehingga tendensi ke politik sangat besar,” kata Tim Pemenangan Paslon Riyadi-Wafi Mokhamad Musa, Senin sore (25/11/2204).
Pemasangan baliho dapat mempengaruhi persepsi publik. Politikus Partai Hanura itu meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tuban segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan baliho tersebut.
Baca Juga:
“Kami meminta Bawaslu untuk menindak dalam hal ini menurunkan baliho yang terpasang di 20 kecamatan,” tegasnya.
Musa mengajak semua pihak menghormati masa tenang agar Pilkada Tuban 2024 berlangsung sesuai tagline “Adem Ayem”. Salah satu caranya dengan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu polemik di masyarakat.
“Kalaupun harus memasang dengan alasan pemerintah daerah harusnya dua, Bupati dan wakil bupati, jadi ada keadilan,” jelas Musa.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Tuban Mochammad Sudarsono mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa konten baliho bergambar Lindra. Hasilnya, mereka tidak menemukan unsur kampanye.
“Setelah masa cuti berakhir, Bupati memang kembali aktif. Baliho yang dipasang murni menampilkan program pembangunan, bukan kampanye,” jelas Sudarsono.
Dijelaskan Nonok sapaan akrab Mochammad Sudarsono, sejak 24 November 2024, Aditya Halindra Faridzky kembali menjabat sebagai bupati setelah serah terima dari Pjs Bupati Tuban Agung Subagyo.
“Tidak ada pelanggaran yang kami temukan. Kalau ada keberatan, lebih baik ditanyakan langsung ke Pemkab Tuban,” tegasnya.(dif)

















