Budidaya Cacing Tanah Mudah Di Rumah

Redaksi7

Warsidi sedang memberi pakan cacing tanah peliharaanya.

Tuban – Sebagian besar orang menganggap cacing sebagai binatang menjijikan. Namun tidak bagi Warsidi warga Dusun Ndrudi, Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang sebaliknya membudidayakan cacing tanah.

Hewan melata itu ternyata miliki nilai jual tinggi, dan mampu mendatangkan keuntungan hingga jutaan rupiah. Sebab cacing kini banyak diburu untuk kebutuhan pakan ternak, bahan baku industri kosmetik, serta bahan racikan obat-obatan.

“Ini jenisnya cacing tanah jenis lumbricus rubellus,” kata Warsidi kepada wartawan yang bertandang kerumahnya beberapa waktu lalu.
Warsidi membudidayakan cacing tanah jenis lumbricus rubellus di pekarangan samping rumahnya. Memanfaatkan bekas kolam lele yang sudah tak terpakai, Warsidi memulai usaha dengan membeli 35 bibit cacing sebanyak 35 kilogram.

Cara membudidayakan cacing tanah cukup mudah. Bibit cacing dipelihara menggunakan media papan. Setelah cacing tumbuh besar, siapkan wadah lebih luas. Warsidi menggunakan kolam lele yang telah diisi serbuk bekas budidaya jamur sebagai pengganti tanah. Selanjutnya pindahkan cacing berukuran besar, agar bertelur dan menghasilkan anakan.

“Perawatannya mudah. Hanya disemprot tiap pagi dan dikasih makan. Biasanya dikasih makan ampas tahu,” Ungkapnya.


Dengan menghasilkan anakan, maka tidak perlu lagi membeli bibit cacing. Anakan yang dihasilkan dapat diambil untuk dipelihara dalam media papan. Hal tersebut dapat menghemat biaya produksi pembelian bibit.

“Nanti menghasilkan telur dan menghasilkan anakan. Anakannya dapat dijadikan bibit, jadi gak perlu beli bibit lagi,” jelasnya.

Cacing tanah membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk siap panen. Namun hasil panen dapat mencapai 3x lipat jumlah bibit yang ditebar. Jika menggunakan bibit 35 kilogram, maka hasil panen mencapai kisaran 105 kilogram.

Semudah proses budidaya dan perawatannya, pemasaran cacing tanah jenis lumbricus juga tidak terlalu sulit. Tingginya permintaan cacing untuk pakan ternak dan bahan baku industri kosmetik, serta obat-obatan farmasi, membuat para tengkulak rela jemput bola. Mereka akan mendatangi rumah-rumah para peternak saat masa panen tiba.

“Panennya 2 bulan sekali. Panennya tiga kali lipat dari jumlah bibit yang ditebar. Kalau jualnya ke Jawa Tengah dan Jawa Timur harga Rp50.000,” imbuhnya.

Usaha budidaya cacing tanah ini cukup menggiurkan. Selain pembelian bibit hanya dilakukan sekali, operasional perawatan selama dua bulanhanya berkisar Rp100.000 untuk beli ampas tahu dan serbuk jamur bekas.

“punya rencana mengembangkan. Tapi kendalanya modal,” pungkasnya.(dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment