TUBAN – Memasuki awal Bulan Suci Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan dapur di pasar tradisional Kabupaten Tuban, melambung tinggi. Lonjakan tersebut dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga yang terpaksa harus mengurangi belanja hingga 50 persen.
Seperti terpantau di Pasar Baru Jalan Gajahmada, Kabupaten Tuban, Selasa pagi (4/2/2025). Harga cabai rawit rawit merah tembus Rp120.000 per kilogram. Lalu, cabai merah keriting dan cabai merah besar dijual pada kisaran Rp50.000 dan Rp60.000 per kilogram.
“Yang naik cabai, bawang merah, bawang putih, tomat juga naik. Kalau cabai sekarang 120 ribu,” kata seorang pedagang Rusmiyatun yang ditemui wartawan saat berdagang.
Sementara bawang merah dan bawang putih juga naik cukup signifikan. Masing-masing dijual dengan harga Rp40.000 dan Rp45.000 per kilogram. Sedangkan tomat naik menjadi Rp5.000 per kilogram.
Menurut Rusmiyatun lonjakan harga terjadi sejak memasuki Bulan Suci Ramadhan. “Kenaikan sejak bulan puasa, pengaruhnya karena barangnya dikit,” terangnya kepada wartawan.
Diungkap Rusmiyatun, pasokan barang khususnya cabai mengalami penurunan sebesar lima puluh persen. Jika biasa, Ia mendapat 10 kilogram cabai segar setiap hari, maka kini hanya 5 kilogram saja. Minimnya pasokan dan stok barang diduga menjadi pemicu lonjakan harga.
Baca Juga:
“Biasanya saya dapat 10 kilogram (per hari), sekarang separoh ya 5 kilogram. Penjualan juga lambat,” bebernya.
Mahalnya kebutuhan dapur dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga. Salah satunya Inmiyani, warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Ia terpaksa harus mengurangi belanja hingga 50 persen untuk mencukupkan uang yang dimiliki.
“Biasanya beli setengah kilogram ini dikurangi seperempat. Buat sambal, soale keluarga sukanya sambal. Kalau cabai mahal terasa banget,” tutur Inmiyani.
Masyarakat berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga barang. Lonjakan harga dikhawatirkan akan semakin parah mengingat semakin dekatnya lebaran Idul Fitri.(dif)

















