TUBAN – Mudik melewati Jalur Pantura Kabupaten Tuban, jangan lupa mampir untuk membeli oleh-oleh ikan asap. Selama musim mudik lebaran, produk khas pesisir utara itu menjadi primadona buruan para pemudik.
Sentra penjualan ikan asap berada di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Tuban. Lapak-lapak pedagang berjajar di trotoar jalan menunggu pemudik mampir membeli oleh-oleh.
Pemudik tidak perlu khawatir proses produksi ikan asap pesisir Utara Tuban. Ikan asap diolah secara tradisional tanpa bahan kimia berbahaya. Bahkan para pembeli bisa menyaksikan secara langsung proses pengasapan yang dilakukan para pedagang.
“Proses pengasapan ada yang dilakukan di rumah. Namun ada juga yang melakukan di pinggir jalan, atau belakang lapak dagangnya,” tutur seorang warga lokal Tuban yang biasa membeli ikan asap Samsul, Sabtu (5/4/2025).
Terpisah, seorang pembeli ikan asap Ayu mengatakan bahwa, Ikan asap memiliki citarasa khas gurih dan smoky. Apalagi jika dimasak kombinasi bumbu yang pas dan pedas, lezatnya mantul.
“Kalau pas lebaran gini enaknya makan ikan asap pakai sambel biar nggak bosan makan daging,” katanya kepada wartawan sambil memilih ikan asap untuk dibeli.
Baca Juga:
Ikan asap diolah dari ikan laut segar hasil tangkapan nelayan. Selain dijadikan hidangan lebaran untuk disantap bareng keluarga, ikan asap juga cocok menjadi oleh-oleh.
“Ini kebetulan ada keluarga di rumah untuk silaturahmi dari Surabaya. Nantinya ini buat oleh oleh balik ke Surabaya,” terangnya.
Terdapat berbagai jenis ikan asap. Diantaranya, ikan tuna, ikan tongkol, bawal laut, kakap merah dan putih serta berbagai jenis ikan laut lain. Harga yang dipatok relatif terjangkau antara Rp15.000 sampai Rp50.000 bergantung jenis dan ukuran ikan.
“Harganya mulai Rp15.000, ada yang Rp30.000, Rp25.000 dan juga ada yang Rp50.000,” papar pedagang ikan asap Huda.
Jika dibanding hari biasa, omzet penjualan ikan asap mengalami lonjakan drastis hingga 3 kali lipat. Sedikitnya Rp600.000 sampai Rp1.000.000 mampu diraup pedagang setiap hari. Padahal omzet hari biasa hanya berkisar Rp200.000 per hari.
“Alhamdulillah Lumayan bisa menjual dua sampai tiga kardus setiap hari raya sampai lebaran ketupat. Buka Jam 6 pagi sampai jam 5 sore,” ungkapnya.(dif)

















