Tuban – Persela Lamongan gagal mengamankan poin penuh saat menjamu Deltras FC pada laga perdana Liga 2 Indonesia di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Minggu (8/9/2024) sore. Tuan rumah ditahan imbang The Lobster dengan skor 2-2.
“Deltras sudah menyiapkan taktikal mulai dari Sidoarjo kita dtaang kesini untuk curi poin,” kata Pelatih Deltras FC, Soegijantoro, kepada wartawan saat konferensi pers usai pertandingan.
Datang dengan motivasi tinggi, Deltras FC unggul lebih dulu melalui sontekan kaki Dwiki Mardiyanto pada menit 33. Skor 0-1 untuk keunggulan Deltras FC bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tuan rumah persela meningkatkan serangan Untuk mengejar ketertinggalan. Gempuran anak asuhan Didik Ludianto baru membuahkan hasil pada menit 56 setelah Ezechiel Ndouasel dilanggar di dalam kotak pelanti.
Eksekusi penalti dilakukan Ezechiel Ndouasel dengan baik. Striker bernomor punggung 10 itu berhasil menyarangkna bola ke gawang Panggih Prio Sembodho. Skor berubah imbang 1-1.
Gol penyeimbang dari Ezechiel Ndouaselmenmabah percaya diri para pemian Persela. Serangan demi serangan terus dilakukan anak-anak asuhan Didik Ludianto ke gawang tim tamu. Sejumlah peluang tercipta terutama melalui tendangan bebas.
Baca Juga:
Pada menit 73, Persela unggul melalui tendangan bebas Samsul Arief. Namun, unggul 2-1 membuat tuan rumah sedikit lengah. Akibatnya, gawang Muhammad Bimasakti Andiko kebobolan pada menit 85. Lagi-lagi melalui kaki Dwiki Mardiyanto.skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang ditiup wasit.
“Kunci tim Deltras untuk mengejar ketertinggalan di saat Persela unggul satu gol, saya merubah permainan tim lebih offensive,” tandas Soegijantoro.
Saya mengenali gaya permainan Persela yang jarang melakukan pressing sampai akhir ke pertahanan kita. Kita mainkan serangan saat dia unggul, saya masukkan supersub saya, Rendi, Bima, dan Amar,” sambungnya menjelaskan.
Sementara itu Pelatih Persela, Didik Ludianto, masih tetap mensyukuri hasil imbang yang diraih timnya. Seluruh pemain sudah berusaha keras untuk memenangkan pertandingan. Namun kurangnya konsentrasi di menithmenit akhir membuat Deltras menyamakan skor.
“Hasil ini cukup menyakitkan, tapi semua sudah kerja keras. Kita tidak menyalahkan 1 atau 2 orang, ini kerja tim. Tapi ini kita syukuri dulu, gak kalah tapi hanya 1 poin,” kata Didik kepada wartawan.
“Kita berusaha sudah maksimal, tapi menit akhir kurangnya konsentrasi membuat kita kebobolan. Kita akan evaluasi setelah melihat rekaman pertandingan,” pungkasnya.(dif)

















