DLHP Tuban : Bus Peziarah Sunan Bonang Wajib Parkir Terminal Wisata Kebonsari

Redaksi7

audiensi perwakilan Paguyuban Becak Wisata Sunan Bonang bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Redaksi7.id, TUBAN – Paguyuban Becak Wisata Sunan Bonang menggelar unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Rabu (4/2/2026). Mereka menuntut pemerintah tegas melarang kendaraan shuttle beroperasi mengangkut peziarah.

Melalui audiensi bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban mengakomodir tuntutan massa. DLHP Tuban menyepakati sejumlah kebijakan untuk menata kembali sistem transportasi peziarah di kawasan wisata religi Sunan Bonang.

Kepala DLHP Tuban, Anton Tri Laksono menegaskan bahwa seluruh bus rombongan peziarah yang berkunjung ke Makam Sunan Bonang wajib parkir di Terminal Wisata Kebonsari.

Anton juga mengakui, selama ini masih banyak bus parkir di luar Terminal Wisata Kebonsari. Seperti area parkir Tudung Musuh Panyuran, Palang dan wilayah Bejagung, Kecamatan Semanding.

“Awalnya seluruh bus parkirnya di Kebonsari, namun belakangan ini banyak yang parkir di Semanding dan Palang,” bebernya.

Kondisi tersebut ditangkap sejumlah orang sebagai peluang usaha. Mereka kemudian menyediakan kendaraan shuttle untuk mengangkut peziarah ke Makam Sunan Bonang tanpa perlu berpindah parkir bus.

Akibatnya jumlah peziarah makam Sunan Bonang yang datang melalui Terminal Wisata Kebonsari merosot. Hal itu berdampak pada penurunan pendapatan tukang becak yang selama ini mengandalkan jasa angkutan peziarah dari area parkir Kebonsari.

“Keberadaan shuttle inilah yang dianggap menyebabkan penghasilan tukang becak Kebonsari turun drastis,” jelasnya.

Paguyuban Becak Wisata Sunan Bonang menggelar unjuk rasa di Kantor Pemkab Tuban.

Selain penataan parkir bus, Pemerintah Kabupaten Tuban juga akan menertibkan keberadaan becak bermotor (betor) yang belakangan wara-wiri mengangkut para peziarah.

“Kami akan melakukan penertiban betor dengan menggandeng Satlantas, karena memang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan,” tegas Anton.

Anton menyatakan, pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebijakan lalu lintas dan angkutan jalan di kawasan wisata religi Sunan Bonang, guna meminimalisir potensi polemik serta menjaga keseimbangan antara kepentingan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.(sav/dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment