TUBAN – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tuban terus meluas, dengan catatan 281 kasus tercatat hingga 5 Februari 2025. Dari jumlah tersebut sebanyak 19 ekor sapi mati, 5 ekor dipotong paksa, dan 33 ekor masih sakit.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak khawatir. Salah satunya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban yang mendesak dinas terkait untuk segera mengambil langkah cepat menanggulangi penyebaran virus PMK.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tuban, Luqmanul Hakim, meminta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKP2P) Tuban, segera mengambil langkah konkret agar wabah PMK tidak semakin meluas.
“Jangan sampai masyarakat bingung, mereka harus meminta tolong ke mana. Hewan ternak, khususnya sapi, adalah tabungan penting bagi petani,” tegas Luqman, Minggu (9/2/2025).
Lucky sapaan akrabnya menekankan pentingnya sosialisasi penanganan serta distribusi vaksin jika diperlukan. Menurutnya, tindakan cepat dapat mencegah kerugian lebih besar bagi para peternak.
“Jangan sampai tabungan ini sia-sia karena sapi mati akibat PMK,” ucapnya.
Baca Juga:
Sementara itu, Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto menyatakan, sudah mulai melakukan berbagai langkah penanganan, seperti pengobatan hewan yang sakit, pengawasan pasar hewan, dan disinfeksi.
“Kami juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE),” jelas Eko.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Tuban, Budi Wiyana, mengungkapkan, Pemkab telah memetakan pasar hewan yang berpotensi terdampak. Ia juga memastikan koordinasi lebih lanjut dengan TNI, kepolisian, dan kelompok tani ternak untuk menentukan langkah pencegahan yang tepat.
“Insya Allah, minggu depan kita akan menggelar rapat koordinasi. Langkah-langkah penanganan sebelumnya, seperti saat wabah PMK terdahulu, akan menjadi acuan,” ujar Budi.
Dengan situasi ini, DPRD Tuban berharap pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat untuk melindungi aset berharga masyarakat, yaitu hewan ternak mereka.
Kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan kelompok tani dinilai menjadi kunci dalam memutus rantai penyebaran PMK di wilayah ini.(dif)

















