TUBAN – Gemerlap kilau lampu berpadu dengan warna-warni ornamen menambah kesan megah Masjid Agung Tuban. Tempat ibadah berusia ratusan tahun itu terlihat mirip bangunan khas Negeri 1001 Malam.
Keunikan tersebut menjadi daya tarik Masjid Agung Tuban yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Selain jamaah yang beribadah, banyak pengunjung datang dari penjuru wilayah Kabupaten Tuban untuk sekedar melepas penat maupun bersama foto.
Keberadaan kolam air di serambi depan masjid juga cukup menyita perhatian masyarakat. Berbagai ornamen dan pencahayaan lampu membuat kolam nyaman dipandang. Tak jarang, area sekitar kolam menjadi tempat favorit pengunjung bersantai menunggu anak-anak bermain.

Pesona Masjid Agung Tuban ini dapat dinikmati setelah melewati proses renovasi besar-besaran. Anggaran sebesar Rp4,7 milyar yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.
Pengerjaan renovasi meliputi pemasangan lampu-lampu hias dan pengecatan ulang seluruh bangunan masjid pembaharuan lantai. Selain itu juga pembangunan kolam di area serambi depan dan pembuatan papan nama baru Masjid Agung Tuban.
Baca Juga:
Meski demikian, renovasi tidak banyak merubah bentuk maupun keaslian arsitektur masjid. Kesan klasik seperti bangunan Negeri 1001 Malam masih kuat dengan tambahan sentuhan modernisasi di beberapa bagian.
Keindahan Masjid Agung Tuban menjadi daya tarik wisatawan. Terlebih letaknya bersebelahan dengan lokasi wisata religi makam Sunan Bonang. Banyak wisatawan menyempatkan mampir untuk sholat maupun sekedar melepas lelah.
Salah satunya Yuly Purwatiningsih (40) asal Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Ibu 2 anak itu datang bersama suami dan anak untuk menyaksikan keindahan Masjid Agung Tuban paska renovasi.
“Masjid agung sekarang bagus. Warna-warni cerah. Dilihat dari jauh sangat cantik, apalagi saat mendekatinya tampak seperti masjid dalam negeri dongeng,” katanya, Selasa malam (28/1/2025).

Suasana masjid ini memberikan pengalaman spiritual tersendiri. Selain indah, masjid yang dibangun pada tahun 1894 itu sangat tenang untuk menjalankan ibadah.
“Beribadah di Masjid Agung cukup nyaman dan tenang, walau dekat dengan jalan raya yang sibuk, mungkin karena barokah Sunan Bonang ya,” tuturnya.
Meski telah berulang kali mengalami renovasi, Masjid Agung Tuban tetap mempertahankan 3 peninggalan sejarah. Diantaranya Mohon, menara, dna lampu hias yang menjadi cikal bakal berdirinya masjid.(dif)

















