Redaksi7.id, TUBAN – Persatu Tuban kurang beruntung dalam laga lanjutan grup C Liga 4 Piala Gubernur Jatim Kapal Api melawan Perseta Tulungagung. Laskar Ronggolawe harus kalah tipis 1-2 setelah gagal memanfaatkan hadiah tendangan penalti.
Pertandingan berlangsung di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Kamis sore (11/12/2025). Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk mengamankan posisi lolos ke babak selanjutnya.
Sejak kick off dimulai, Persatu Tuban langsung bermain menyerang. Andrian Arjunanto dan kawan-kawan terus menekan pertahanan lawan.
Namun, Perseta bukan tanpa perlawanan. Anak-anak asuhan Bambang Sumantri bermain cukup impresif dan beberapa kali mengancam gawang tuan rumah yang dikawal Achmad Shadam.
Tim tamu berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Bayu Ardian pada menit 13. Skor 1-0 tidak bertahan lama. Empat menit kemudian, Antok Mei Triyatmono berhasil menyamakan skor 1-1.
Pertandingan berlangsung keras dan menegangkan. Kedua tim saling balas serangan dan menciptakan peluang. Namun, tim tamu lebih beruntung berhasil mengkonversi peluang menjadi gol. Skor berubah 2-1.
Baca Juga:
Permainan keras ditunjukkan para pemain kedua tim sepanjang laga. Akibatnya, pada menit 46, wasit mengeluarkan kartu kuning kedua untuk pemain Perseta, Achmad Fidthian Maulana. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persatu Tuban yang unggul jumlah pemain berusaha meningkatkan daya serang. Mereka mendapat hadiah penalti setelah salah satu pemain Perseta dianggap melakukan hands ball.
Sayang, peluang emas ini tak mampu dimanfaatkan menjadi gol. Antok Mei Triyatmono gagal mengeksekusi. Tendangannya berhasil ditepis penjaga gawang Much Ilham Noer.
Persatu terus keluar menyerang. Namun, disiplinnya lini pertahanan Perseta membuat anak asuhan Khoirul Anam gagal mencetak gol. Bahkan, pada menit 80 tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu kuning kedua yang diterima Jatmaka Irza Alhamda.
Skor 2-1 untuk keunggulan Perseta Tulungagung bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Tambahan 3 poin mengokohkan posisi Perseta Tulungagung di puncak klasemen dengan perolehan 9 poin. Mereka hanya menyisakan satu pertandingan melawan Bumi Wali FC.
“Alhamdulillah diberi kemenangan untuk hari ini,” kata Head Coach Perseta Tulungagung, Bambang Sumantri dalam konferensi pers usai laga.
Bambang Sumantri mengungkapkan bahwa kemenangan ini merupakan buah dari persiapan dan latihan. Bahkan kemungkinan terkena hukuman penalti sudah disiapkan sejak awal dengan melatih kiper menangani tendangan penalti.
“Bermain dengan 10 pemain itu sudah kita antisipasi. Sebelum masuk untuk grand final hari ini, melawan persatu, saya udah antisipasi bagaimana main 10 pemain, dan juga kita berlatih penalti,” Bebernya kepada wartawan.
Sebaliknya, hasil pertandingan kali ini cukup mengecewakan kubu Persatu Tuban. Head Coach Khoirul Anam mengaku timnya kurang beruntung. Bahkan eksekusi penalti yang dieksekusi Antok Mei Triyatmono harus gagal.
“Tuhan masih belum berpihak pada Persatu dengan menangnya jumlah pemain tadi anak-anak masih belum bisa mematahkan,” ujarnya.(sav/dif)

















