BOJONEGORO – Pertanian bawang merah di wilayah Kabupaten Bojonegoro memasuki masa panen raya. Namun, melimpahnya hasil penangkapan bertolak belakang dengan harga yang terus merosot.
Seperti yang dirasakan petani bawang merah di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo. Petani mulai memetik hasil jerih payahnya selama 3 bulan terakhir.
Meski sempat dilanda cuaca ekstrim, hasil panen bawang merah kali ini cukup baik secara kualitas. Bahkan kuantitas hasil panen relatif melimpah.
Sebaliknya, kondisi ini ternyata tidak disambut gembira para petani. Melimpahnya stok membuat harga komoditas bumbu dapur itu terjun bebas hingga mencapai hampir 70 persen.
“Panen perdana, musim ini bagus. Kalau panen bawang ya bagus, cuma harganya yang anjlok,” kata petani bawang merah Jaswadi.
Kini, bawang merah di tingkat petani hanya dihargai Rp10.000 per kilogram. Padahal harga normalnya bisa mencapai antara Rp25.000 sampai Rp35.000 per kilogram.
Baca Juga:
“Bulan lalu harganya 25 ribu sampai 35 ribu, kalau sekarang 10 ribu. Itupun harganya sudah protolan,” bebernya kepada wartawan.
Murahnya harga bawang merah membuat petani nyaris tidak dapat menikmati keuntungan dari jerih payahnya. Mereka berharap pemerintah turun tangan menstabilkan harga bawang merah minimal Rp20.000per kilogram.(dif)

















