TUBAN – Banjir bandang menerjang lima kecamatan di wilayah Kabupaten Tuban, Minggu malam (15/12/2024). Air bercampur lumpur setinggi 70-150 centimeter merendam rumah-rumah dan jalan.
Akibatnya, beberapa akses jalan penghubung antar wilayah sempat terputus. Tingginya air menyebabkan kendaraan, khusus roda 2 mogok kemasukan air. Selain itu sejumlah fasilitas umum juga rusak terdampak banjir.
Berdasarkan pantauan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, terpaksa harus meliburkan siswanya. Proses belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan, karena sekolah dipenuhi lumpur hingga setebal 5-10 centimeter.
Tak hanya menumpuk di halaman sekolah, material berwarna coklat ini juga mengotori seluruh ruangan. Antara lain ruang kelas, ruang guru, serta perpustakaan
“Masuk ke kelas satu setengah meter. Anak-anak kita liburkan karena terganggu aktifitasnya,” kata Kepala SDN 1 Sumurgung Muhammad Gozi kepada wartawan disela-sela gotong royong membersihkan sekolah.
Menurut Gozi, banjir bandang kali ini merupakan yang terbesar dibanding beberapa tahun terakhir. Diketahui, SDN 1 Sumurgung sudah menjadi langganan banjir bandang. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi dampak banjir.
Baca Juga:
“Padahal belakang sudah diberi pagar dan depan juga sudah. Tapi karena terlalu besar debit airnya, maka akhirnya lewat depan di atasnya pagar airnya. Ini merupakan banjir yang terbesar dari tahun-tahun lalu,” bebernya.
Sejumlah siswa yang terlanjur datang diajak bergotong royong membersihkan seluruh area sekolah. Proses pembersihan material lumpur dan kotoran sisa banjir ini juga dibantu petugas BPBD dan Damkar Pemkab Tuban.
Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengungkapkan bahwa sebanyak 5 kecamatan terdampak banjir. Selain Kecamatan Tuban, pada waktu bersamaan banjir bandang juga menerjang Kecamatan Montong, Kecamatan Kerek, Kecamatan Rengel, serta Kecamatan Parengan.
“Untuk hari ini tambah satu lagi, yaitu Kecamatan Parengan. Ini baru kami terima dan saya akan segera ke sana,” ungkapnya.
Dijelaskan Sudarmaji penyebab banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah adalah hujan lebat selama berjam-jam. Sedangkan khusus banjir di Kecamatan Parengan disebabkan naiknya Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo. Kondisi ini membuat Kali Kening tidak dapat lancar mengalir.
“Ini (banjir Parengan) penyebabnya adalah TMA Bengawan Solo meningkat. Sementara hulu Kali Kening juga banjir kan hujannya juga lebat. Sehingga air dari Kali Kening ini tidak bisa masuk ke Bengawan Solo,” jelasnya.
Paska banjir bandang, BPBD Tuban menerjunkan tim untuk membersihkan material lumpur yang menutup jalan. Fokus lembersihan berada di 2 titik, yaitu sekitar Pasar Rengel dan akses Jalan Raya Montong-Singgahan, tepatnya di Desa Talang Kembar, Kecamatan Montong.
“Hari ini kita fokus untuk penanganan utamanya adalah menanggulangi material yang dibawa oleh banjir,” imbuhnya.(dif)

















