TUBAN – Jelang pemberangkatan, Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Tuban, mengikuti manasik atau latihan simulasi di kawasan Perumahan Dinas PT Semen Gresik Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Selasa pagi (6/5/2025).
Pembekalan diberikan agar para jemaah mampu menjalankan rukun-rukun ibadah haji sesuai syariat Islam secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Sehingga menjadi haji ya g mabrur.
Manasik haji terakhir itu diikuti sebanyak 1.252 CJH. Mereka nampak antusias datang dari berbagai wilayah di seluruh penjuru Kabupaten Tuban. Bahkan tak jarang beberapa diantaranya harus mengikuti kegiatan manasik dengan bantuan kursi roda.
“Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tuban melaksanakan manasik haji massal dua. Ini adalah kegiatan terkahir di kegiatan manasik,” kata Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tuban Umi Kulsum.
Berdasarkan pantauan di lapangan, manasik dilakukan layaknya ibadah haji beneran. Meski hanya latihan simulasi, namun para jemaah sudah berpakaian Ikrom serba putih.
Selanjutnya, didampingi petugas Kemenag, para Jemaah melakukan rukun-rukun ibadah haji sesuai syariat Islam. Diantaranya, mengumpulkan kerikil, berjalan kaki hingga melintasi gua Mina, praktik melempar jumroh, memotong sebagian rambut, tawaf, serta sa’i atau lari-lari kecil.
Baca Juga:
Untuk memberi pengalaman seperti aslinya, seluruh tempat disetting berjauhan. Tujuannya agar para jemaah dapat merasakan suasana berjalan kaki di bawah panas terik matahari. Meski demikian,mereka sangat antusias, karena sangat membantu memahami setiap rukun ibadah haji.
“Saya senang sekali karena ini ibadah penyempurna,” kata salah seorang CJH Bakir Sodiq (49) usai mengikuti manasik.
Umi Kulsum menerangkan bahwa, manasik diikuti semua jemaah haji sejumlah 1.252 orang. Jemaah haji Kabupaten Tuban tergabung dalam 4 Kelompok Terbang (kloter) Embarkasi Juanda, yaitu kloter 68, 69, 70, dan kloter 86.
“Kloter 68, 69, 70 akan berangkat tangga 21 Mei, dimana kloter 68 harus tiba di Asrama Haji Sukolilo Jam 7 pagi, kemudian kloter 86 sejumlah 116 orang adalah kloter campuran dengan kota Probolinggo,” jelasnya.
Umi berpesan kepada para jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Sebab, cuaca ekstrim sedang melanda, sehingga butuh fisik yang prima untuk menjalankan ibadah haji.
“Cuaca disana ekstrim sekali, kami menghimbau kepada jemaah haji untuk tetap menjaga kesehatan, jangan sampai dehidrasi,” pesannya.(sav/dif)

















