Redaksi7.id, TUBAN – Pasuruan United sukses mengamankan 3 poin saat menghadapi Nganjuk Ladang di laga pembuka grup BB babak 32 besar Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026. Anak asuhan Bio Paulin Pierre menang telak dengan skor 3-0.
Pertandingan berlangsung di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Senin siang (5/1/2026). Laga sebenarnya berlangsung cukup sengit, kedua tim saling balas menyerang. Namun, Pasuruan United bermain lebih efektif sehingga mampu menceploskan tiga gol tanpa balas.
Head Coach Pasuruan United, Bio Paulin Pierre mengatakan sangat bersyukur mampu meraih kemenangan melawan Nganjuk Ladang yang sebenarnya bukan lawan ringan.
“Kita sudah siapkan semuanya, disana juga kita sudah tahu cara main mereka, sehingga kita siapkan secara mental di 15 menit pertama kita lihat cara main mereka disitu kita lepas,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Meski begitu, Bio Paulin juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap wasit karena ada pemain yang keluar disuruh masuk, ketika sudah ditengah wasit memberikan kartu kuning.
“Jadi yang salah siapa hakim garis atau wasit,” terang Bio sapanya.
Baca Juga:
Selain itu, kekecewaan juga dilontarkan saat harus mengganti 5 pemain, saat pertandingan pihaknya mengganti 4 pemain, dimana awalnya mengganti 1 pemain, kedua dua, ketiga satu, artinya terhitung 4.
“Lalu, ada pemain yang sakit kita harus keluar, kalau aturannya harus ganti 5 pemain sedangkan pemain itu harus keluar tidak bisa main lagi, kita bawakan cadangan tidak boleh. Tentu ini harusnya direvisi,” imbuhnya.
Meski begitu, pertandingan berlangsung sengit, kedua belah tim saling adu serangan yang mengancam masing-masing gawang lawan dan pada menit ke-23 Pasuruan United berhasil membuktikan kebolehannya dengan membobol gawang Nganjuk Ladang melalui tendangan Ricko Hardiansyah.
Kemudian, satu gol kembali bersarang di menit ke-66, melalui tendangan pemain Pasuruan United nomor punggung 11 Nurchaqiqi dan saat hendak pertandingan berakhir permainan ditutup dengan gol melalui tendangan Rendi Irawan nomor punggung 25 di menit tambahan.
Mengejar ketertinggalan, Nganjuk Ladang berusaha membuat skema serangan agresif. Namun, lini belakang melemah dan dimanfaatkan oleh pemain Pasuruan United.
Sementara itu, Head Coach Nganjuk Ladang, Mochammad Hasan menanggapi pertandingan melawan Pasuruan United awal-awal banyak melakukan kesalahan dan pressing dari belakang namun wasit tidak pernah memberikan kartu.
“Harusnya ada beberapa pemain yang 4 kali melakukan pelanggaran dari belakang,” ungkap Mochammad Hasan.
Meski begitu, gol pertama yang terjadi merupakan kesalahan dari pemain sendiri. Sedangkan, gol yang ketiga terlihat jelas harusnya itu jadi gol karena ada pemain lawan yang cedera dan pemain Pasuruan tidak membuang bola diharapkan itu harusnya sah.
“Dari situ mental pemain Nganjuk Ladang turun, karena sudah terlihat permainan dikendalikan oleh wasit,” pungkasnya.(sav/dif)

















