Redaksi7.id, TUBAN – Kabupaten Tuban merupakan salah satu daerah penghasil jagung tertinggi nasional. Dengan luas lahan 133.857 hektar, produksi jagung kota berjuluk “Bumi Wali” mencapai 767.134 ton per tahun.
Namun, tingginya produksi jagung membuat limbah pertanian juga melimpah. Jutaan ton bongkol atau janggel dan jerami dihasilkan setiap tahun, sehingga berpotensi menimbulkan sumber polusi lingkungan.
Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-Awar, Kabupaten Tuban akan menyerap limbah jagung dari petani. Limbah tersebut akan digunakan sebagai biomassa co-firing.
“Nantinya limbah ini akan diserap melalui Koperasi Energi Cakrawala Nusantara yang bakal melakukan penampung bahan baku mentah (janggel utuh) dan selanjutnya diolah menjadi biomassa janggel,” kata Senior Manager PLTU Tanjung Awar-Awar, Yunan Kurniawan.
Ke depan, masyarakat maupun para petani dapat menyetorkan limbah pertanian jagung melalui Koperasi Energi Cakrawala Nusantara. Tidak gratis, petani akan mendapat timbal balik secara ekonomi dari setiap barang yang disetor kepada koperasi.
Untuk menunjang program tersebut, PLTU juga menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa mesin pengolahan limbah pertanian jagung “Hammer Mill” kepada kelompok masyarakat. Bantuan tersebut diharap dapat membantu peningkatan kapasitas produksi penggilingan janggel menjadi biomassa co-firing,”
Baca Juga:
Bantuan yang diberikan yaitu berupa Mesin Hammer Mill dengan kapasitas produksi 2 ton/jam dengan ukuran partikel yang dihasilkan yaitu 4 ml. Bantuan ini langsung diberikan kepada masyarakat yang sudah tergabung di dalam anggota Koperasi Produsen Energi Cakrawala Nusantara.
Koperasi Energi Cakrawala Nusantara merupakan suatu kelembagaan baru yang terbentuk dari perkumpulan para petani dan peternak dalam menjalankan dunia bisnis usaha bersama yang berlokasi kantor Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Sebagai pengelola dan pengurus koperasi menerima baik atas bantuan yang sudah diberikan oleh PLTU dan selanjutnya pihak koperasi menyampaikan terimakasih atas amanah untuk melakukan penampungan janggel jagung dan mengolah menjadi biomassa.
“Kami selaku pengurus mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari perusahaan PLTU Tuban, dengan alat ini Insyaallah kami yakin dan mampu memproduksi janggel menjadi biomassa sebanyak minimal 8 ton perhari,” ungkap Ketua Energi Cakrawala Nusantara yang akrab dipanggil Bang Am.
Dengan kapasitas produksi yang sangat besar, sehingga kita mampu menyerap limbah pertanian jagung berupa janggel dan jerami jagung per hari dari petani minimal 9 ton per hari.
Limbah yang diserap tentunya tidak hanya cuma-cuma melainkan nanti akan kami bayar, sehingga petani tidak pusing lagi mau dibuang kemana limbah hasil pertanian ini, dan kami terima sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.
Hal yang dilakukan PLTU Tuban merupakan hal dalam menjalankan kebijakan dan peraturan menteri ESDM No.12 tahun 2023 dalam mendorong pemanfaatan biomassa co-firing sebagai campuran bahan bakar di PLTU. Dengan harapan hadirnya program pemberdayaan masyarakat ini mampu membantu kebijakan dan langkah strategis pemerintah Republik Indonesia.(sav/dif)

















