Lima Juta Jam Kerja Aman, PRPP Raih Penghargaan Patra Nirbhaya Karya Pratama

Redaksi7

Penerimaan penghargaan Patra Nirbhaya Karya Pratama.

Redaksi7, JAKARTA – PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) mendapat penghargaan Patra Nirbhaya Karya Pratama dalam mengimplementasikan budaya K3 di lingkungan perusahaan.

Penghargaan diberikan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Gedung Forum Teknologi, Balai Besar Pengujian Migas LEMIGAS, Kamis siang (13/11/2025).

Adapun PRPP pada periode 13 Maret 2019 hingga Oktober 2025 telah mencatatkan lebih dari lima juta jam kerja aman tanpa loss time injury.

Penghargaan diterima langsung oleh Sigit Pradjaka Sugestihanto, Plt. Presiden Direktur PRPP sekaligus bertindak sebagai Kepala Teknik Migas perusahaan dari Noor Arifin Muhammad, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas.

Sigit yang ditemui di sela-sela kegiatan menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh perwira PRPP yang bersama-sama sejak awal proyek menjalankan prinsip-prinsip K3 dalam setiap aktivitas

“Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas penghargaan ini yang diterima oleh PRPP. Hal ini merupakan buah atas komitmen kami yang sudah memulai inisiasi penerapan pengelolaan K3 sejak awal di fase pengembangan proyek ini,” ucapnya.

Sigit juga menekankan bahwa upaya dan komitmen PRPP dalam implementasi aspek K3 masih akan tetap dijaga dan ditingkatkan seiring dengan perkembangan Proyek GRR Tuban.

“Penghargaan ini menjadi wujud nyata upaya kami dalam memastikan aspek K3 di perusahaan termasuk dalam proses penyusunan dokumen FID sekaligus meyakinkan pemangku kepentingan terkait komitmen kami untuk memastikan keberlanjutan Proyek GRR Tuban,” terangnya.

“Selain itu juga hal ini menjadi titik awal bagi kami untuk mempersiapkan implementasi aspek K3 pada fase eksekusi proyek yang lebih kompleks untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja termasuk masyarakat sekitar area Proyek GRR Tuban,” lanjut Sigit.

Untuk diketahui, penghargaan Patra Nirbhaya Pratama ini merupakan penghargaan ketiga yang diterima oleh PRPP setelah pada tahun 2023 dan 2024 lalu.

Diketahui, PRPP mendapat mandat untuk membangun dan mengoperasikan kilang pengolahan BBM terintegrasi dengan industri petrokimia Grass Root Refinery (GRR Tuban) di Jawa Timur.

Saat ini proses memasuki tahap krusial dalam fase pengembangan proyek yaitu perolehan persetujuan investasi akhir atau final investment decision dari pemegang saham yang menentukan keberlanjutan proyek Strategis Nasional ini.

Salah satu parameter penting dalam penyusunan dokumen FID yaitu adanya rencana pengelolaan kesehatan dan keselamatan kerja serta pengelolaan lingkungan (K3L) yang terintegrasi serta komprehensif untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tidak hanya bagi pekerja serta pihak lain yang berada di area perimeter GRR Tuban tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Komitmen ini ditegaskan oleh Sandi Dumara, Manager HSSE Petrochemical Complex PRPP yang bertanggung jawab dalam pemenuhan implementasi standar K3L PRPP sekaligus mengawal penyusunan FID Proyek GRR Tuban pada aspek K3L tersebut.

“Kompleksitas rancang bangun kilang GRR Tuban yang tinggi mendorong kami untuk lebih cermat dalam menyusun rancangan pengelolaan K3 untuk proposal FID yang telah kami susun,” ujarnya.

Sandi juga menggarisbawahi penerapan standar tinggi dan upaya-upaya yang dilakukan untuk memastikan standar sistem pengelolaan K3 yang baik di perusahaan.

“Dalam memastikan standar keselamatan, selain berpatokan pada AMDAL kami juga mengacu pada standar Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) atau Kajian Dampak Lingkungan dan Sosial yang menjadi standar wajib bagi proyek berskala internasional,” jelasnya.

Selain itu program K3 rutin yang kami laksanakan yaitu sharing pengetahuan mengenai K3 setiap pekan oleh seluruh pekerja, pelatihan tanggap darurat, pelatihan tanggap darurat, pelatihan mengemudi defensif kepada pengemudi perusahaan, safety leadership program, hingga contractor safety management system,” sambungnya.

Perlu diketahui, GRR Tuban direncanakan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 840 hektar di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban dan diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300 ribu barel per hari yang memproduksi BBM berkualitas tinggi berspesifikasi Euro V serta produk petrokimia berupa poliolefin dan aromatik.(sav/dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment