Tuban – Logistik untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, mulai diterima Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban. Sebanyak 1.670 kotak suara langsung disimpan dalam gudang logistik di Jalan Manunggal Selatan, Kamis (19/9/2024) siang.
“Yang baru tiba itu sebanyak 1.670 yang baru tiba dari kebutuhan 3.774,” kata Ketua KPUK Tuban, Zakiyatul Munawaroh, kepada wartawan.
Kotak suara menjadi logistik Pilkada Serentak 2024, pertama yang diterima KPUK Tuban. Jumlah tersebut baru sebagian dari total kebutuhan kotak suara yang mencapai 3.734 buah.
“Kebutuhan per TPS 2 kotak suara. Sementara total TPS ada 1.867, jadi dikalikan dua, total kebutuhan ada 3.734 kotak suara,” ungkapnya.
“Untuk susulannya kami masih menunggu informasi lebih jelas dari KPU Provinsi karena ini kan yang melakukan pengadaan adalah KPU Provinsi,” sambungnya.
Merespon mulainya distribusi logistik Pilkada Serentak 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tuban, menyampaikan beberapa rekomendasi. Salah satunya adalah keamanan logistik dari ancaman serangan rayap.
Baca Juga:
Diketahui, sebagian besar logistik untuk Pilkada 2024 nanti terbuat dari bahan kertas. Bahaya serangan rayap sangat mungkin terjadi terlebih jika kebersihan gudang kurang terjaga. Untuk itu Bawaslu meminta pihak KPUK melakukan penyemprotan obat anti rayap.
“Mohon untuk dilakukan penyemprotan disinfektan, penyemprotan terhadap anti rayap, karena mengingat beberapa logistik yang ada untuk pemilihan ini terbuat dari kertas, sehingga minimalisir itu terjadinya Kerusakan karena rayap,” tutur Komisioner Bawaslu Tuban, Abdul Mundlir.
Selain itu Bawaslu juga merekomendasikan kepada KPUK untuk mengecek instalasi listrik serta mulai menghidupkan kembali kamera pengawas CCTV. Dan yang paling penting KPUK harus mempedomani PKPU nomor 12 tahun 2024 tentang logistik pada pemilihan tahun 2024.
“Kami tadi sudah menyampaikan kepada KPU untuk instalasi listriknya juga mulai dihidupkan. Dan juga CCTV mulai dinyalakan kembali dan juga terkait dengan proses keamanan gudang yang harus dipastikan,” paparnya.
“Karena walaupun ini hanya kotak suara, kalau kemudian nanti terjadi kekurangan juga akan menjadi hambatan pada saat proses pemilihan pada proses pemungutan dan penghitungan suara di 27 November 2024,” pungkasnya.(dif)

















