Redaksi7.id, TUBAN – Pengunjung mengeluhkan stand di area Samudra Supermarket Tuban. Mereka mengaku mengalami kejadian tak biasa hingga melakukan transaksi pembelian perabot rumah tangga senilai jutaan rupiah.
Salah satunya disampaikan Suyono (60), warga Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Suyono merasa tidak sadar bertindak sendiri melakukan transaksi, seperti digendam.
Pria yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) itu menerangkan bahwa peristiwa itu dialami, pad Rabu, 26 November 2025, sekitar pukul 13.40 WIB. Korban datang bersama istri dan anak perempuan untuk belanja di Samudra Supermarket.
Ketika keluarganya sibuk memilih kebutuhan, Suyono menunggu di dekat stand perabot rumah tangga. Ia kemudian dihampiri seorang marketing yang menawarkan promo menarik.
“Setelah dibuka, di dalamnya tertulis voucher diskon Rp1 juta,” ujar Suyono saat ditemui, Kamis (27/11/2025).
Kemudian, Suyono diminta berbicara melalui sambungan telepon dengan seorang perempuan yang diklaim sebagai perwakilan pusat. Dari percakapan tersebut, Suyono disebut beruntung karena mendapatkan potongan harga Rp1 juta untuk pembelian empat barang sekaligus.
Baca Juga:
“Pihak stand mengatakan saya cukup membayar Rp2,4 juta dari harga normal Rp3,4 juta,” imbuhnya.
Selanjutnya, pihak stand menanyakan kepemilikan kartu ATM. Tanpa berpikir panjang, Suyono mengeluarkan kartu ATM miliknya untuk digesek pada mesin EDC yang tersedia di stand.
“Saya memasukkan PIN ATM dua kali, lalu mereka memasukkan empat barang ke dalam keranjang belanja,” jelasnya.
Tak berselang, anak perempuan Suyono datang dan mencoba menghentikan transaksi. Namun upaya tersebut gagal karena pembayaran telah selesai dilakukan.
“Saya waktu itu seperti linglung, rasanya seperti kena gendam. Kok bisa saya membeli barang-barang itu,” tuturnya.
Situasi sempat memanas hingga akhirnya pihak pengelola stand bersedia membatalkan transaksi dan berjanji akan mengembalikan uang dalam waktu maksimal 10 hari.
Sementara itu, Wahyudin selaku penanggung jawab stand perabot rumah tangga membantah adanya praktik gendam dalam proses jual beli. Menurutnya, voucher diskon yang diberikan merupakan bagian dari strategi pemasaran.
“Tidak ada gendam, itu murni strategi marketing. Kebetulan bapaknya tertarik,” katanya.
Meski demikian, pihaknya menyatakan bersedia membatalkan transaksi dan mengembalikan uang Suyono.
“Sebelum pengembalian uang, barang-barang yang telah dibawa pulang akan terlebih dahulu kami cek,” ucapnya.
Perwakilan manajemen Samudra Supermarket Tuban, Imam Wahyudi meminta agar pengelola stand segera menindaklanjuti dan memproses pengembalian uang.
“Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan baik-baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bakal melakukan evaluasi terhadap strategi pemasaran yang diterapkan oleh stand perabot rumah tangga tersebut apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur.
“Kami tetap akan mengevaluasi strategi marketing yang digunakan seperti apa,” pungkasnya.(sav/dif)

















