TUBAN – Mendekati perayaan tahun baru 2025, harga ikan laut di pasar tradisional Kabupaten Tuban, mulai merangkak naik. Pemicu kenaikan harga adalah cuaca buruk dan gelombang tinggi yang menyebabkan hasil tangkapan nelayan merosot drastis.
Seperti terpantau di pasar ikan Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Kamis siang (19/12/2024). Hampir seluruh jenis ikan laut mengalami lonjakan harga sebesar Rp5.000 per kilogram.
“Harga ikan laut naik lima ribu rupiah per kilogram,” kata seorang pedagang ikan di Pasar Kradenan Kholidah kepada wartawan.
Ikan togek misalnya sekarang dijual dengan harga Rp20.000-Rp22.000 per kilogram. Padahal menurut Kholidah, sebelumnya ikan togek hanya dijual pada kisaran Rp15.000 per kilogram.
“Kalau cumi ada yang 55 (ribu), ada yang 65 (ribu), tuna 30 (ribu), tongkol 25 (ribu), udang ada yang 60 (ribu), ada juga yang 70 (ribu),” bebernya.
Selain itu cumi-cumi juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp55.000 per kilogram. Sedangkan kepiting dan rajungan masing-masing naik menjadi Rp60.000 dan Rp85.000 per kilogram.
Baca Juga:
“Ada ikan manyung juga 30 ribu, kakap merah 70 (ribu), kakap putih 35 (ribu), dan kerapu 50 ribu,” imbuhnya.
Kenaikan harga dijelaskan Kholidah dipicu cuaca buruk dan gelombang laut besar yang melanda laut utara Tuban. Sebagian nelayan memilih tidak melaut, sehingga pasokan sebagian jenis ikan minim.
“Ikannya ada yang sulit ada yang mudah. Yang sulit kerapu dan kakap merah, sedangkan yang mudah seperti tongkol dan cumi stok banyak,” jelasnya.
Diprediksi, kenaikan harga ikan laut ini masih akan terus berlangsung dan mencapai puncaknya pada hari perayaan tahun baru 2025 mendatang. Ikan biasanya ramai diburu untuk dijadikan menu bakar-bakar di malam pergantian tahun.(dif)

















