TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. Pasokan sapi turun drastis, begitu pula pembeli sapi tiba-tiba menghilang.
Seperti terpantau, Senin pagi (13/1/2025). Pusat jual beli yang biasanya dipenuhi berbagai jenis sapi ini nampak lengang. Hanya terlihat beberapa ekor sapi dengan pemiliknya sedang menunggu calon pembeli datang.
Salah satunya adalah Kasnan. pria paruh baya ini membawa seekor sapi jenis Jawa untuk dijual. Namun, sejak pagi hingga siang, tak satupun pembeli datang menawarkan sapinya.
“Bawa satu ekor sapi, sejak pagi gak laku. Pasar sepi,” kata Kasnan kepada wartawan sedih.
Menurut Kasnan, sepinya pasar sapi disebabkan kembali merebaknya wabah PMK. Para peternak dan pedagang takut membawa sapi ke pasar, karena khawatir tidak laku malah terpapar virus PMK. Sedangkan pembeli juga takut jika mendapat sapi terpapar virus.
“pasar sepi karena PMK. Hasil penjualan sepi puol, jagal nggak berani beli, orang tani juga nggak berani,” bebernya.
Baca Juga:
Sementara itu, Kepala Pasar Hewan Desa Margomulyo Hanto, mengatakan bahwa kondisi pasar sepi terjadi sejak 2 pekan terakhir. Pasokan sapi ke pasar hewan terus menurun dan hanya didominasi sapi lokal Tuban.
“Sapi dari Tuban sini saja, gak ada dari luar. Banyak yang takut sapinya nggak laku malah tertular,” bebernya.
Diungkapkan Hanto, normalnya pasokan sapi ke Pasar Hewan Desa Margomulyo mencapai 250-300 ekor per hari. Namun, kini pasokan sapi hanya berkisar 100-150 ekor saja per hari.
“Biasanya kisaran 250 sampai 300 Ekor, tapi untuk dua Minggu ini hanya 100 sampai 150 ekor. Senin kemarin sekitar 160an, sekarang 100 mungkin kurang,” jelasnya.
Meski demikian, harga sapi masih relatif stabil. Penurunan harga hanya berlaku pada sapi indukan, sedangkan sapi potong masih tetap. “Sapi sendiri harganya masih tetap, kalau sapi indukan menurun,” pungkasnya.(dif)

















