Tuban – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Kabupaten Tuban mulai menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos).
Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD) itu diterimakan kepada masyarakat bertepatan dengan masa kampanye Pilkada 2024. Sehingga pembagian Bansos menjadi perbincangan banyak kalangan yang berspekulasi miring.
Kepala Dinsos P3A PMD Tuban, Sugeng Purnomo membenarkan bahwa hari ini ada jadwal penyaluran Bansos BPNTD kepada warga miskin penerima manfaat.
“Jadwal iya,” kata Sugeng menjawab konfirmasi wartawan melalui pesan singkat whatsapp, Selasa (15/10/2024).
Berdasarkan informasi, penyaluran BPNTD dilakukan secara bertahap ke masing-masing kecamatan. Sesuai jadwal yang beredar, penyaluran sudah dimulai sejak Senin (14/10/2024) kemarin, dan direncanakan tuntas pada Kamis (17/10/2024).
Namun, Bansos berupa beras kemasan 10 kilogram itu tercantum logo Pemkab Tuban serta bertuliskan “Mbangun Deso Noto Kutho”. Kalimat itu diketahui sebagai visi misi salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky dan Joko Sarwono.
Baca Juga:
“Ya,” jawab mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Tuban itu singkat ketika dikonformasi terkait foto kemasan beras yang beredar di masyarakat.
Meski demikian, Sugeng mengatakan, bahwa pembagian Bansos tidak ada kaitannya dengan politik. Apalagi bertujuan untuk kemenangan salah satu Paslon.
“Masyarakat tidak perlu kuatir, yang jelas program sudah berjalan. Kalau kita tunda terlalu lama yang dirugikan masyarakat, yang penting saat penyaluran kita tidak membawa-bawa nama calon,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian itu menegaskan, penyaluran bansos tersebut sudah sesuai dengan perencanaan serta kehati-hatian. Sehingga bisa tepat sasaran
“Masyarakat bisa mengkroscek, bahwa kita membagikan sesuai aturan. Termasuk, misalkan ada komoditi beras yang tidak layak, maka langsung kita tarik,” tegasnya.(dif/naf)

















