BOJONEGORO – Seorang pemuda Desa Cangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, sukses mengembangkan bisnis budidaya ikan lele. Dengan menerapkan sistem sirkulasi air nonstop, peternak muda itu mampu panen 6 ton setiap bulan.
Farid Istiawan nama pemuda 23 tahun itu. Budidaya ikan lele sudah digeluti sejak tahun 2013 silam. Berkat kerja kerasnya, usaha yang di rintis di lahan kosong samping rumah itu terus berkembang.
Budidaya ikan lele diawali Farid dengan membuat 3 kolam semi permanen menggunakan terpal. Seiring berjalannya waktu, kolam terpal berganti permanen. Jumlahnya kini juga melonjak menjadi 30 kolam, dengan kapasitas tebaran bibit sebanyak 210 ribu ekor.
“Awalnya sejak tahun 2013. Alhamdulillah sekarang sudah ada 30 kolam, kalau tebarnya kira-kira 210 ribu bibit,” ujar Farid kepada wartawan yang mendatangi kolamnya beberapa waktu lalu.
Budidaya lele dilakoni Farid bukan hanya bermodal nekat. Ia menerapkan sistem sirkulasi air yang sempat dipelajari serius sebelumnya. Sistem ini bertujuan untuk menghemat air dan ruang serta menjaga kualitas air, sehingga kesehatan ikan terjaga.
“Ini pakai sistem sirkulasi air. Airnya mengalir terus, disirkulasi terus, nonstop gak pernah berhenti,” jelasnya singkat.
Baca Juga:
Tak hanya memiliki banyak kolam, Farid kini mampu rutin panen setiap bulan. Hasil panen rata-rata mencapai 6 ton ikan lele segar per bulan. Dengan harga jual Rp19.000 per kilogram, Farid mampu meraup cuan melimpah.
“Kalau omzet kita per bulan panen enam ton dengan harga kisaran Rp19.000 ya sekitar 120 jutaan,” ungkapnya.
Selain di jual untuk memenuhi pasar lokal Bojonegoro, hasil panen juga dikirim ke berbagai daerah sekitar. Antara lain, Jombang, Tuban dan Lamongan.(dif)

















